Recent Posts

Jumat, 22 Juli 2016

KATRENA PUJIAN

KARNENA PUJIAN
Karna pujian aku menjadi seperti ini,aku terlalu tamak dengan setiap pujian yang dilontarkan dari mulut halus orang –orang itu, sombong  kata yang tidak asing lagi bagiku karena kata yang terdiri dari 7 huruf itulah yang mewakili sifatku,bagai mana aku bisa jadi seperti ini ?,kenapa aku tidak sadar dengan ketamakanku?,kenapa aku tidak sadar dengan perilaku burukku ?,kenapa aku tidak sadar bahwa di atas langit masih ada langit yang lebih tinggi? ,bagaimana bisa aku tergoda dengan bujukan jahat setan itu?,kenapa aku baru menyadarinya?,setelah semua milikku telah hilang!,seharusnya aku bisa menjawab semua pertanyaan itu,tapi apa ....?,aku tak tau apa jawab nya jawaban dari  setiap pertanyaan yang  kini terngiang-ngiang dalam fikiranku,yang ku tau sekarang ini hanya aku adalah orang yang kotor,orang yang rendah , orang yang menjijikkan .kini hanya sesal yang aku rasakan
Sebelum ini aku bukan siapa-siapa,hanya seorang siswa yang  hanya belajar dan belajar,suatu hari ayahku meng ikutkanku berlatih menari di salah satu sanggar terkenal di daerahku awalnya aku sangat menyukainya ,sampai 2 tahun lamanya aku berlatih menari di sanggar itu dan rasa bosan semakin lama semakin tumbuh dan membuatku memilih berhenti menari.
Berhentinya aku menari membuat aku menjadi anak yang biasa kambali,tanpa bakat dan tanpa kegiatan apa-apa kecuali sekolah ,bermain ,dan makan.hal ini berlang sung sampai aku mengikuti lomba membaca puisi dan aku menang sebagai jiara pertama di lomba itu,dari sinilah aku mendapat pujian ter besar  dan  benih kesombongan yang pertama kali yang terjadi dalam hidupku,kehidupanku terus berlanjut aku terus mengikuti berbagai lomba yang salah satunya adalah lomba pidato yang berhasil mengantarkanku menjadi the winner,kembali lagi dengan kemenangan ini semakin banya orang yang memujiku dan semakin besar saja kepalaku ini.
Selanjutnya saat aku masih di bangku SMP aku memiliki lebih banyak taman,di sini  mengenal seseorang yag memiliki bakat menyanyi yang sangat hebat dia sering sekali mendapat juara melebihi aku.walau sudah ketahuan bahwa aku kalah telak dengannya aku  tetap berfikir aku yang terbaik ,aku tidak mau mengakui kehebatannya aku masih menganggap bahwa akulah yang terbaik,aku selalu mencari-cari kekurangannya dan membndingkannya dengan kelebihan yang aku miliki,aku selalu memandang kelemahan seseorang dan kelebihanku saja ,suatu hari diadakan lomba berpidato di sekolahku ,saat itu ada seorang yang berkata padaku “mungkin kamu tidak akan menang dalam lomba ini” aku hanya diam dan berkata dalam hatiku,”lihat saja nanti yang menjadi juara pertama adalah aku ,karena aku yang lebih berpengalaman dalam  hal ini,aku pernah menjadi juara pertama di bidang ini sedang sainganku sepertinya tidak berpengalaman sama sekali”,sayangnya yang aki prediksikan ini melenceg jauh dengan kenyataan yang  terjadi,aku bukanlah seorang pemenang,karena kecewa  aku menjadi berfikiran negatif ,aku berfikir bahwa juri dari lomba itu telah di sogok dengan sejumlah uang,sungguh fikiran yang  picik. dewi penolongku .

0 komentar:

Posting Komentar