Recent Posts

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 18 April 2014

APA SALAH KU



Apa salahku
By:HUSNIYYAH
            Aku akui hidup takkan pernah bisa berjalan sesuai keinginan kita, selalu saja ada masalah yang datang menghampiri, entah itu masalah dari kita sendiri maupun dari seorang teman dekat kita sekalipun,hal ini lah yang aku rasakan ,panggil saja namaku  dengan Bella,semua berawal saat aku masih duduk di bangku SD kelas 6,sebentar lagi akan  ada ulangan TRY OUT  yang pertama. Aku berusaha belajar dengan giat untuk mendapatkan nilai yang bagus agar nantinya aku bisa masuk ke SMP favorit yang tidak lain dan tidak bukan adalah SMP 1 Ngunut
           Aku mengetahui  untuk masuk SMP itu tidak  akan semudah membalikkan telapak tangan , untuk mencapainya  memerlukan banyak pengorbanan dan mermerlukan kerja keras yang luar biasa ,mungkin karena itulah anak yamg diterima menjadi  siswa  SMP 1 Ngunut menjadi anak  kebanggaan di desaku.Jika aku  ingin menjadi anak kebanggaan di desaku dan  bisa membahagiakan orang tuaku .Aku harus  berusaha keras untuk mendapatkanya meski aku harus berihtiar sambil” puasa Senin Kamis”.
          Hari ini adalah hari dimana TRY OUT pertama dilaksanakan,saat langkah pertama masuk ruang  TRY OUT  jantungku berdetak kencang “Huft ayo Bella semangat ,kamu pasti bisa”support ku dalam hati, kini lembar LJK dan lembar soal sudah ada didepanku ,aku mulai mengerjakan soal –soal itu dengan bacaan basmalah .Di tengah –tengah  asyiknya  aku mengerjakan soal tiba-tiba duk “aww..apa ini?”tanyaku penasaran ,sebuah bola kertas dari arah belakang memukul kepalaku,ternyata bola itu datang dari salah satu temanku yaitu Candra (ketua kelas ),tapi aku tak mau mengindahkan kata-katanya, dan aku teruskan mengerjakan soal, tapi Candra  terus saja melempariku dengan bola kertas .
          Akirnya TRY OUT telah selesai ,saat keluar dari ruang TRY OUT tiba-tiba aku jatuh tersungkur ,sepertinya ada yang mendorongku tetapi setelah aku melihat kebelakang tidak satu orang pun yang  ada”Mungkin aku hanya tersandung batu”pikirku positif.
          Keesokan harinya suasana kelas  menjadi berbeda ,setiap anak dikelasku menghindariku.Aku tidak tau mengapa mereka bersikap seperti itu kepadaku, tapi aku tak begitu menghiraukannya mungkin hanya pikiranku saja .Hari ini adalah hari pengumuman hasil TRY OUT, aku sangat berharap nilaiku akan baik.
”Bella …nilai kamu bagus kamu mendapat 27,70 tingkatkan lagi ya!”puji bu guru kepaku,
”Benarkah bu wow…”kataku gembira,
”huuuuuuu……payah is not god”sahut teman-temanku serentak ,aku bingung dengan sikap mereka kenapa mereka memperlakukan aku seperti itu ,memangnya apa salahku ? ,hari demi hari aku lewati tanpa ada kehadiran teman disampingku, mereka semua seepertinya  menghindariku .Pandangan mereka kepadaku mengandung kebencian yang sangan besar seperti pandangan harimau memandang mangsanya.
Sampai akirnya aku mendengar perbincangan mereka tentangku ,isi perbincangan itu semua menjelek -jelekkan aku,seketika tanpa sadar tetes air mengalir kepipiku ,aku lari dan masuk ke kamar mandi , disana aku terus menangis  terisak-isak, mengapa hanya karena aku tidak memberi contekan ,  membuat semua teman-temanku menghindariku ,padahal aku tidak memberikan contekan kepada mereka itu, karena aku tidak mau mereka menjadi bodoh ,seperti apa yang sering dikatakan bu guru.setiap ada kesempatan aku mendekati mereka berharap mereka akan memaafkanku dan mau bermain bersama denganku lagi ,memang butuh waktu yang tidak sebentar untuk melunakkan hati mereka hampir 1 bulan aku tidak dianggap oleh mereka tetapi semua berlalu begitu saja kini mereka semua bersahabat kembali denganku.Dan dengan kerja kerasku aku bisa masuk ke SMP yang selama ini aku idam-idamkan SMP 1Ngunut.

MIMPI BURUK ATAU INDAH "CERPEN"



MIMPI BURUK ATAU INDAH
By:Husniyyah Badriyyati
                Hari ini suatu kejadian telah berhasil menggugah hatiku yang selama ini telah lama tidur,aku tak menyangka kata2 itu datang dari dia ,padahal tak begitu dekat aku dengan nya,bagaimana mungkin karena mimpinya yang iya sampaikan dengan gaya nya yang tidak serius membuatku jadi seperti ini ,seharusnya aku tidak perlu menanggapinya dengan serius ,tapi aku tidak bisa pungkiri itu aku memang tidak bisa menanggipi mimpinya dengan acuh
       Memang tidak bisa dianggap remeh mimpinya itu untukku,dia telah memimpikan aku mati,ya mati tak ada di dunia ini dan meninggalkan segala hal yang aku miliki didunia ini ,sungguh setelah dia jujur padaku dengan apa yang dia impikan tubuhku terasa kaku dan pandanganku hilang entah kemana,yang dipikiranku adalah bayangan saat aku mati nanti aku banyangkan di sana aku sudah tak bergerak lagi tubuhku sudah dingin dan kaku orang tuaku menangis di sampingku begitu juga saudara2ku ,rasanya tak tega jika aku melihat sungai kecil mengalir di pipi ibuku ,tak rela hati ini jika ibuku harus membuang airmatanya untukku yng selama ini  durhaka kepadanya  aku yang tak jarang membentaknya,yang tak jarang menyakiti hatinya ,belum siap…belum siap…belum siap teriakku dalam hati,belum siap aku untuk mati,bukan karena aku takut mati ,bukan karena aku tak rela meninggalkan segalanya yng akupunya didunia,tapi hanya belum siap saja huft…. Aku tak tau kalimat apa yang bisa melukiskan apa yang aku rasakan ,aku tau kematian pasti akan datang kapan pun itu,aku tau tak sepantasnya kita takut dalam menghadapi kematian,aku tau semua itu namun tetap saja  semua kata2 itu tak dapat menghiburku  masih ada perasaan mengganjal dalam hati ini,aku pun juga tak tau sebenarnya apa yang aku rasakan ini,ingi aku menghilang kannya dari dalam hatiku tapi apa yang mampu menghilangkannya .
        Kenapa aku harus merasakan hal ini ,kenapa dia harus bermimpi seperti itu ,apa dia ingin aku benar2 mati ,kenapa dia harus menceritakan mimpi konyolnya itu ,semua ini salahnya gara-gara dia aku merasa seperti ini aku benci dengannya ,kenapa perasaan ini belum hilang juga,sekarang aku mulai menyalahkan orang lain atas apa yang aku alami ,kenapa hanya karena dia bermimpi seperti itu  bisa membuat aku merasa divonis akan mati,bukankah itu hanya dia…,dia bukan siapa2 dia bukan dokterkan?,kenapa aku begini kenapa aku harus gelisah hebat seperti ini,mungkinkah aku takut mati?,apa yang aku takutkan ?,kenapa aku terus bertanya?.
             Hari demi Hari aku mencari jawaban ,dalam perjalanam mencari jawaban ini lah aku mulai  melakukan hal2 yang belum pernah aku lakukan ,aku melakukan begitu banyak hal yang positif aku mulai menghormati orang tuaku dan mendekat kepadanya,di saat itulah perasaan mengganjal dalam hatiku perLahan2 mulai hilang,sampai akirnya benar2 hilang tampa bersisa  ,kini   aku menyadari yang aku takutkan bukanlah mati ,bukan lah kehilangan harta ,tapi yang aku takutkan adalah kelakuanku sendiri yang tidak baik ,kurasa mimpinya adalah bentuk hidayah dari tuhan untukku agar aku bisa menjadi orang yang lebih baik lagi,dan mimpinya itu bukanlah mimpi buruk melain kan mimpi yang sangat indah.

DOA DAN USAHA "CERPEN"



“DOA DAN USAHA”
By: Husniyyah Badriyyati
           Dia hanya seorang anak laki-laki biasa yang tinggal di rumah sederhana bersama ibu dan adik perempuannya ,dia hanya anak laki-laki yang ingin membahagiakan orang tuanya dengan ketekunan dan doa yang tulus dari hati,  namun dibalik kesederhanaanya dia memiliki kisah hidup yang amat miris namun memukau,keberhasilannya telah menginspirasikanku bagaimana seharusnya hidup itu dijalani
          Munir nama yang sederhana dan terdengar kampungan  ,justru nama itulah yang telah menyadarkanku betapa buruknya diriku ini.
       
        Munir kisahnya berawal saat dia masih tinggal serumah dengan keluarga besar nya yang terdiri dari ayah ,ibu,nenek(ibu dari ibunya),dan keluarga dari adik ibunya ,keluarga besar itu tinggal di sebuah rumah kecil di sebuah desa terpencil yang bernama Domasan ,selama kurang lebih 11 tahun Munir tinggal dan bersekolah di sana,perjalanannya untuk bersekolah tidak seperti yang umumnya kita rasakan,saat itu dia adalah anak yang ter bodoh disekolahnya sudah beberapakali dia tidak naik kelas,karena kebodohannya itu Munir sering dicibir ,dikucilkan dan diberdaya oleh teman-temannya.
    Tak seharipun Munir terhindar dari ejekan temannya  ,bahkan terkadang Munir sering diperdaya oleh temannya untuk mengakui kesalahan temannya sebagai kesalahannya,Munir tak pernah bisa melawan perintah dari temannya itu karena Munir menyadari dia hanyalah anak yang bodoh yang hanya bisa ditindas dan tidak bisa berbuat apa-apa.Mungkin  karena itu Munir sering mendapat cambukan dari gurunya,dia yang  menggung hukuman dari kesalahan yang tidak pernah dibuatnya.bahkan karena itu juga Munir takut  untuk dating ke sekolah ,dia takut akan di caci temannya dan dicambuk oleh gurunya
     
       Hal ini setiap hari dia alami hingga 11 tahun  lamanya,akirnya setelah 11 tahun Munir tinggal di desa Domasan keluarganya memutuskan untuk pindah kerumah barunya di  berada di desa Sumberjo Kulon yang  tidak jauh  dari  rumah nenek dari ayah  Munir  dan  juga tidak  jauh dari rumah saudara ayahnya.
   Awalnya Munir takut untuk bersekolah lagi dalam pikirannya di lingkungannya yang baru itu tidak lebih baik dari lingkingannya yang lama ,namun berkat dari bujukan ayah dan  ibunya Munir mau melanjutkan sekolah walaupun sebenarnya dia salah  memilih waktu mendaftar sekolah lagi karena saat dia mendaftar saat itu adalah periode akir semester 2 yang sudah dekat dengan kenaikankelas,karena tidan cukup banyaknya materi yang dia dapat dikelas 5 SD membuat dia tidak aik kelas lagi,sekarang dia mendapat teman baru lagi yang seharusnya teman barunya itu adalah adik kelasnya.walau dia masih mendapat cemooh dari teman barunya itu namun tidak separah yang dulu saat dia masih berada di desa Domasan ,di sekolahnya yang baru ini Munir memiliki teman yang benyak dianta temannya itu adalah keponakannya sendiri yang selalu mendukung dan  menyemangatinya.
            

     Kelas 5 telah dia lewati kini dia berhasil naik kelas yalau hanya gantungan dan  duduk di kelas 6,di kelas 6 tantangannya semakin besar ,banyak anak  dikelasnya yang ingin meneruskan sekolahnya di SMP favorit begitu juga Munir setiap hari dia belajar dan  berdoa,juga setiap malam sehabis magrib Munir mempunyai kegiatan rutin  mengaji bersama para keponakannya disuatu  madrasah,di madrasah  itu diajarkan mengenai membaca al-quran,namun  Munir tidak tau sedikitpun tenteng cara membaca AL-QURAN bahkan huruf  hijakiyah  saja Munir tidak mengetahuinya,namun dia tetap berusaha belajar membaca AL-QURAN hingga sedikit demi sedikit Munir bisa membaca AL-QURAN.


            Nilai Danem telah muncul saat itulah  hati Munir sangat gelisah ,semua nama keponakan Munir telah dipanggil nilai danem  semua keponakan Munir ternyata bagus dan semua keponakan  Munir telah dipastikan bisa masuk di SMP favuorite,tiba tiba namanya di panggil “Munir…danemkamu  25,50”
        Seketika tubuh Munir saat itu melemas karena tak mungkin dengan danem segitu dia bisa masuk menjadi siswa di SMP favuorite ,saat itu Munir merasa menjadi orang yang paling bodoh .namun iya tak mudah putus asa dia tetap melanjutkan sekolahnya walau bukan di SMP favuorit,kini dia telah ber sekolah di MTS 1 PULOSARI .
      Tak berselang lama ibu Munir yang sudah lama ini hamil telah melahirkan adikperempuannya yang bernama Nimah  yang biasa di panggil  Himah,tentusaja kelahiran adik nya  itu membuat beban dipundak ayah Munir semakin berat ayahnya yang bekerja hanya sebagai peternak ikan dan kambing itu harus bekerja keras membanting tulang  mencari nefkah untuk keluarganya,mencari rumput untuk kambing peliharaannya sudah menjadi kegiatan rutin bagi Munir,Munir harus rela bersahabat dengan  panas matahari dan keringat agar bisa meringnkan beban di pundak ayahnya .

               Akibat terlalu keras bekerja ayah Munir tak begitu memperdulikan kesehatannya ,tanpa dia sadari ayahnya menderita kanker prostat  yang mematikan ,jatuh sakitnya ayah  Munir ,membuat Munir dan ibunya bersedih,saudara-saudara dari ayah Munir ikut merasakan kesedihan itu hal itu membuat tangan bibi dan paman Munir ter ulur untuk membantu  biyaya pengobatan ayahnya yang sedang berbaring tak berdanya .Pukermas ,Klinik,Rumah Sakit,bahkan para normal tidak ada yang dapat mengobati penyakit yang di derita ayahnya .
        Hingga pada akhirnya ayahnya meninggal dunia  ayahnya  telah meninggalkandia bersama ibu dan adiknya yang masih balita,hal itu menjadi pukulan terkeras bagi ibu Munir  ,kini ibunya harus menjadi tulang punggung keluarga padahal ibunya hanya seorang wanita biasa yang hanya lulusan SMP mau kerja apa dijaman sekarang dengan berbekal ijasah SMP …?
          Kehidupan  Munir semakin berat saja tapi untungnya ayah Munir masih meninggalkan sebidang tanah kecil yang bisa digunakan untuk berkebun dan saudara dari ayah Munir masih mau mengulurkan tangannya untuk keluarga Munir ,berkat semua itu Munir masih bisa bersekolah.
           
       Beberapa pemikiran datang hingap di otak Munir,banyak pertanyaan yang membayanginya,pernahkan aku membahagiaakan ayahku….?,bagaimana aku bisa hidup tanpa adanya ayahku….?,mampukah  ibuku  menjadi tulang punngung keluargaku ini…?,bagai mana masadepanku nanti…?,kini aku adalah Satu-satunya laki-laki di keluarga ini.haruskah aku putus sekolah dan memilih bekerja…?.Semua pertanyaan itu melaya ng difikirannya ,terlalu keras dia berfikir sehingga membuatnya jatuh sakut ,sakitnya Munir membuat ibunya khawatir,setelah kepergian ayahnya membuat Munir  sering jatuh sakit itu membuat kehidupan yang dijalani ibunya semakin berat saja.
            Munir menyadari hal itu ,jadi Munir berusaha bangkit kembali ,dan berusaha ceria seperti dulu lagi ,dia berusaha membantu ibunya untuk mengurangi beban dipundak ibunya,segala cobaan yang telah dia hadapi membuat dia semakin tegar menghadapi cobaan

            Munir juga tetap mengaji setiap malamnya bersama keponaan-keponakannya  seperti sebelumnya,namun sekarang Munir tidak hanya membaca AL-QURAN  tapi juga belajar kitab.Di madrasah itu setiap siswanya diharapkan bisa menghafal surat Yasin sebenarnya dalam hafal menghafal Munir adalah anak yang paling sedikit bisa menghafal, tapi dia berusaha keras  untuk menghafalkan surat Yasin , karena ada seorang guru berkata kepadanya bahwa surat  Yasin bisa meringankan siksaan untuk orang yang sudah mati  karena itulah Munir berusaha keras untuk menghafalkan surat Yasin dia berharap dia bisa membantu ayahnya yang sudah mati masuk ke surga dan dapat  membahagiakan ayahnya itu .Usaha menghafalkan surat Yasin itu membuahkan hasil yang membuat  Munir bisa menjadi anak yang hafal surat Yasin terbanyak  ke Tiga di kelasnya dan mengalahkan 1 keponakannya yang sebelumnya keponakan Munir itu telah meremehkannya.

            Bisa menghafal surat Yasin tidak membuat dia cepat puas dia ingin lebih membahagiakan ibunya dengan lebih berprestasi lagi dia semakin belajar  dengan tekun .
            Sekarang ini Munir sudah menginjak kelas Sembilan SMP,diperiode banyak orang yang bertnya kepadanya ,”Nir…setelah lulus SMP kamu ingin melanjutkan kemana?”,pertanyaan itu membuat Munir bingung bisakah dia  melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi sedangkan dia tau padahal keadaan ekonominya seperti itu,terkadang terlintas difikirannya dia akan putus sekolah dan memilih bekerjal , karena pikirnya  dia  tidak  berprestasi disekolah jadi  untuk apa  dia melanjutkan sekolah.
            Tetapi ada satu kejadian  yang  membuat pikiran itu musnah dari otaknya .Kejadian itu adalah kejadian pada saat teman satu kelasnya memilih dia sebagai ketua kelas .Kabar itu membuat semangat belajarnya naik begitu juga dengan ibunya yang bangga terhadap nya ,cobalah kalian fikirkan dulunya Munir adalah laki-laki yang lemah dan mudah di tindas tapi sekarang dia malah menjadi ketua kelas yang tegas dan berwibawa bukankah itu luar biasaa….?,tentusaja jika seseorang mendapat sesuatu yang mustahil orang itu dapatkan maka pasti ada  orang lain yang meragukan nya seperti juga Munir kemampuannya menjadi ketua kelas juga diragukan oleh keponakannya yang oleh dikalahkan Munir dalam bidang menghafal surat Yasin masih ingatkan…?,tapi Munir mampu me yakinkan orang bahwa dia benarbisa menjadi ketua kelas yang baik.
           
      Semakin lama Munir semakin giat belajar ,juga tanpa disadari nilai-nilai ulangan harian &tugasnya disekolah menjadi baik ,ihal itu membuat para guru di sekolahnya memujinya dankarena pujian dari gurunya itu membuat  Munir semakin dan semakin giat belajar.
     Kini adalah periode akir semester ganjil dan diadakanlah ulangan untuk semester ganjil ,ulangn ini dihadapi Munir dengan senang hati  kali ini tak ada rasa tegang  yang menggandoli hatinya saat mengerjakan soal-soal ujian ,baginya ulangan semester kali ini lebih mudah daripada ulangan semester yang sebelumnya,setelah ulangan semester ganjil pada hari itu  usai teman –temannya  meributkan tentang  jawaban dari soal yang keluar di ulangan tadi ,namun Munir hanya tenang saja dia merasa sudah yakin dengan jawabannya tadi dan tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi mau benar atau salah  dia serahkan semua kepada yang maha kuasa karena baginya dia sudah melakukan yang terbaik,dai pulang seperti tanpa beban., dia kelihatan santai tidak kelihatan layaknya siswa yang baru menghadapi ujian.

            Ulangan semester ganjil telah usai besok adalah hari pengambilan rapot dan wali kelas di undang untuk datang ke sekolah untuk mengambil rapot,dibenak Munir dia mengira akan mendapat rapot jelek seperti biasanya ,dan  ibunya  juga  tidak berharap banyak pada nilai rapot Munir nantinya ibu munir akan menerima berapapun nilai yang akan didapat Munir.tetapi siapa sangka saat itu wali kelas Munir mengatakan bahwa anak yang mendapat juara satu  adalah  Munir ,ibu Munir awalnya tidak percaya dengan pernyataan itu,bagai mana bisa anak yang sudah beberepa kali tidak naik kelas menjadi juara satu..?,itu adalah keajaiban dari Allah dan itu juga hasil dari USAHA DAN DOA yang selama ini dilakukan Munir.kini Munir tidak hanya di pandang sebelah mata dan keponakannya tadi yang sering meremehkan Munir menjadi kagum dengan Munir dan keponakan yang aku katakana tadi itu adalah aku sendiri,kini aku benar benarmenyadari bahwa aku tidak lebih baik dari Munir ,seharusnya aku tidak mudah meremehkan Munir seharusnya juga aku tidak berfikir negatife tentang dia