“DOA DAN USAHA”
By: Husniyyah Badriyyati
Dia hanya seorang anak laki-laki
biasa yang tinggal di rumah sederhana bersama ibu dan adik perempuannya ,dia
hanya anak laki-laki yang ingin membahagiakan orang tuanya dengan ketekunan dan
doa yang tulus dari hati, namun dibalik
kesederhanaanya dia memiliki kisah hidup yang amat miris namun
memukau,keberhasilannya telah menginspirasikanku bagaimana seharusnya hidup itu
dijalani
Munir nama yang sederhana dan terdengar
kampungan ,justru nama itulah yang telah
menyadarkanku betapa buruknya diriku ini.
Munir kisahnya berawal saat dia masih
tinggal serumah dengan keluarga besar nya yang terdiri dari ayah ,ibu,nenek(ibu
dari ibunya),dan keluarga dari adik ibunya ,keluarga besar itu tinggal di
sebuah rumah kecil di sebuah desa terpencil yang bernama Domasan ,selama kurang
lebih 11 tahun Munir tinggal dan bersekolah di sana,perjalanannya untuk
bersekolah tidak seperti yang umumnya kita rasakan,saat itu dia adalah anak
yang ter bodoh disekolahnya sudah beberapakali dia tidak naik kelas,karena
kebodohannya itu Munir sering dicibir ,dikucilkan dan diberdaya oleh
teman-temannya.
Tak
seharipun Munir terhindar dari ejekan temannya
,bahkan terkadang Munir sering diperdaya oleh temannya untuk mengakui
kesalahan temannya sebagai kesalahannya,Munir tak pernah bisa melawan perintah
dari temannya itu karena Munir menyadari dia hanyalah anak yang bodoh yang
hanya bisa ditindas dan tidak bisa berbuat apa-apa.Mungkin karena itu Munir sering mendapat cambukan
dari gurunya,dia yang menggung hukuman
dari kesalahan yang tidak pernah dibuatnya.bahkan karena itu juga Munir
takut untuk dating ke sekolah ,dia takut
akan di caci temannya dan dicambuk oleh gurunya
Hal ini setiap hari dia alami hingga 11
tahun lamanya,akirnya setelah 11 tahun
Munir tinggal di desa Domasan keluarganya memutuskan untuk pindah kerumah
barunya di berada di desa Sumberjo Kulon
yang tidak jauh dari
rumah nenek dari ayah Munir dan
juga tidak jauh dari rumah
saudara ayahnya.
Awalnya Munir takut untuk bersekolah lagi
dalam pikirannya di lingkungannya yang baru itu tidak lebih baik dari
lingkingannya yang lama ,namun berkat dari bujukan ayah dan ibunya Munir mau melanjutkan sekolah walaupun
sebenarnya dia salah memilih waktu
mendaftar sekolah lagi karena saat dia mendaftar saat itu adalah periode akir
semester 2 yang sudah dekat dengan kenaikankelas,karena tidan cukup banyaknya
materi yang dia dapat dikelas 5 SD membuat dia tidak aik kelas lagi,sekarang
dia mendapat teman baru lagi yang seharusnya teman barunya itu adalah adik
kelasnya.walau dia masih mendapat cemooh dari teman barunya itu namun tidak
separah yang dulu saat dia masih berada di desa Domasan ,di sekolahnya yang
baru ini Munir memiliki teman yang benyak dianta temannya itu adalah
keponakannya sendiri yang selalu mendukung dan
menyemangatinya.
Kelas 5 telah dia lewati kini dia berhasil
naik kelas yalau hanya gantungan dan
duduk di kelas 6,di kelas 6 tantangannya semakin besar ,banyak anak dikelasnya yang ingin meneruskan sekolahnya
di SMP favorit begitu juga Munir setiap hari dia belajar dan berdoa,juga setiap malam sehabis magrib Munir
mempunyai kegiatan rutin mengaji bersama
para keponakannya disuatu madrasah,di
madrasah itu diajarkan mengenai membaca
al-quran,namun Munir tidak tau
sedikitpun tenteng cara membaca AL-QURAN bahkan huruf hijakiyah
saja Munir tidak mengetahuinya,namun dia tetap berusaha belajar membaca
AL-QURAN hingga sedikit demi sedikit Munir bisa membaca AL-QURAN.
Nilai Danem telah muncul saat
itulah hati Munir sangat gelisah ,semua
nama keponakan Munir telah dipanggil nilai danem semua keponakan Munir ternyata bagus dan semua
keponakan Munir telah dipastikan bisa
masuk di SMP favuorite,tiba tiba namanya di panggil “Munir…danemkamu 25,50”
Seketika tubuh Munir saat itu melemas
karena tak mungkin dengan danem segitu dia bisa masuk menjadi siswa di SMP
favuorite ,saat itu Munir merasa menjadi orang yang paling bodoh .namun iya tak
mudah putus asa dia tetap melanjutkan sekolahnya walau bukan di SMP favuorit,kini
dia telah ber sekolah di MTS 1 PULOSARI .
Tak berselang lama ibu Munir yang sudah
lama ini hamil telah melahirkan adikperempuannya yang bernama Nimah yang biasa di panggil Himah,tentusaja kelahiran adik nya itu membuat beban dipundak ayah Munir semakin
berat ayahnya yang bekerja hanya sebagai peternak ikan dan kambing itu harus
bekerja keras membanting tulang mencari
nefkah untuk keluarganya,mencari rumput untuk kambing peliharaannya sudah menjadi
kegiatan rutin bagi Munir,Munir harus rela bersahabat dengan panas matahari dan keringat agar bisa
meringnkan beban di pundak ayahnya .
Akibat terlalu keras bekerja
ayah Munir tak begitu memperdulikan kesehatannya ,tanpa dia sadari ayahnya
menderita kanker prostat yang mematikan
,jatuh sakitnya ayah Munir ,membuat
Munir dan ibunya bersedih,saudara-saudara dari ayah Munir ikut merasakan
kesedihan itu hal itu membuat tangan bibi dan paman Munir ter ulur untuk
membantu biyaya pengobatan ayahnya yang sedang
berbaring tak berdanya .Pukermas ,Klinik,Rumah Sakit,bahkan para normal tidak
ada yang dapat mengobati penyakit yang di derita ayahnya .
Hingga pada akhirnya ayahnya meninggal
dunia ayahnya telah meninggalkandia bersama ibu dan adiknya
yang masih balita,hal itu menjadi pukulan terkeras bagi ibu Munir ,kini ibunya harus menjadi tulang punggung
keluarga padahal ibunya hanya seorang wanita biasa yang hanya lulusan SMP mau
kerja apa dijaman sekarang dengan berbekal ijasah SMP …?
Kehidupan Munir semakin berat saja tapi untungnya ayah
Munir masih meninggalkan sebidang tanah kecil yang bisa digunakan untuk
berkebun dan saudara dari ayah Munir masih mau mengulurkan tangannya untuk
keluarga Munir ,berkat semua itu Munir masih bisa bersekolah.
Beberapa pemikiran datang hingap di otak
Munir,banyak pertanyaan yang membayanginya,pernahkan aku membahagiaakan
ayahku….?,bagaimana aku bisa hidup tanpa adanya ayahku….?,mampukah ibuku
menjadi tulang punngung keluargaku ini…?,bagai mana masadepanku nanti…?,kini
aku adalah Satu-satunya laki-laki di keluarga ini.haruskah aku putus sekolah
dan memilih bekerja…?.Semua pertanyaan itu melaya ng difikirannya ,terlalu
keras dia berfikir sehingga membuatnya jatuh sakut ,sakitnya Munir membuat
ibunya khawatir,setelah kepergian ayahnya membuat Munir sering jatuh sakit itu membuat kehidupan yang
dijalani ibunya semakin berat saja.
Munir menyadari hal itu ,jadi Munir
berusaha bangkit kembali ,dan berusaha ceria seperti dulu lagi ,dia berusaha
membantu ibunya untuk mengurangi beban dipundak ibunya,segala cobaan yang telah
dia hadapi membuat dia semakin tegar menghadapi cobaan
Munir juga tetap mengaji setiap
malamnya bersama keponaan-keponakannya
seperti sebelumnya,namun sekarang Munir tidak hanya membaca
AL-QURAN tapi juga belajar kitab.Di
madrasah itu setiap siswanya diharapkan bisa menghafal surat Yasin sebenarnya
dalam hafal menghafal Munir adalah anak yang paling sedikit bisa menghafal,
tapi dia berusaha keras untuk
menghafalkan surat Yasin , karena ada seorang guru berkata kepadanya bahwa
surat Yasin bisa meringankan siksaan
untuk orang yang sudah mati karena
itulah Munir berusaha keras untuk menghafalkan surat Yasin dia berharap dia
bisa membantu ayahnya yang sudah mati masuk ke surga dan dapat membahagiakan ayahnya itu .Usaha menghafalkan
surat Yasin itu membuahkan hasil yang membuat
Munir bisa menjadi anak yang hafal surat Yasin terbanyak ke Tiga di kelasnya dan mengalahkan 1
keponakannya yang sebelumnya keponakan Munir itu telah meremehkannya.
Bisa menghafal surat Yasin tidak
membuat dia cepat puas dia ingin lebih membahagiakan ibunya dengan lebih
berprestasi lagi dia semakin belajar
dengan tekun .
Sekarang ini Munir sudah menginjak
kelas Sembilan SMP,diperiode banyak orang yang bertnya kepadanya ,”Nir…setelah
lulus SMP kamu ingin melanjutkan kemana?”,pertanyaan itu membuat Munir bingung
bisakah dia melanjutkan sekolah
kejenjang yang lebih tinggi sedangkan dia tau padahal keadaan ekonominya
seperti itu,terkadang terlintas difikirannya dia akan putus sekolah dan memilih
bekerjal , karena pikirnya dia tidak
berprestasi disekolah jadi untuk
apa dia melanjutkan sekolah.
Tetapi ada satu kejadian yang
membuat pikiran itu musnah dari otaknya .Kejadian itu adalah kejadian
pada saat teman satu kelasnya memilih dia sebagai ketua kelas .Kabar itu
membuat semangat belajarnya naik begitu juga dengan ibunya yang bangga terhadap
nya ,cobalah kalian fikirkan dulunya Munir adalah laki-laki yang lemah dan
mudah di tindas tapi sekarang dia malah menjadi ketua kelas yang tegas dan
berwibawa bukankah itu luar biasaa….?,tentusaja jika seseorang mendapat sesuatu
yang mustahil orang itu dapatkan maka pasti ada
orang lain yang meragukan nya seperti juga Munir kemampuannya menjadi
ketua kelas juga diragukan oleh keponakannya yang oleh dikalahkan Munir dalam
bidang menghafal surat Yasin masih ingatkan…?,tapi Munir mampu me yakinkan
orang bahwa dia benarbisa menjadi ketua kelas yang baik.
Semakin lama Munir semakin giat belajar
,juga tanpa disadari nilai-nilai ulangan harian &tugasnya disekolah menjadi
baik ,ihal itu membuat para guru di sekolahnya memujinya dankarena pujian dari
gurunya itu membuat Munir semakin dan
semakin giat belajar.
Kini adalah periode akir semester ganjil
dan diadakanlah ulangan untuk semester ganjil ,ulangn ini dihadapi Munir dengan
senang hati kali ini tak ada rasa
tegang yang menggandoli hatinya saat
mengerjakan soal-soal ujian ,baginya ulangan semester kali ini lebih mudah
daripada ulangan semester yang sebelumnya,setelah ulangan semester ganjil pada
hari itu usai teman –temannya meributkan tentang jawaban dari soal yang keluar di ulangan tadi
,namun Munir hanya tenang saja dia merasa sudah yakin dengan jawabannya tadi
dan tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi mau benar atau salah dia serahkan semua kepada yang maha kuasa
karena baginya dia sudah melakukan yang terbaik,dai pulang seperti tanpa
beban., dia kelihatan santai tidak kelihatan layaknya siswa yang baru menghadapi
ujian.
Ulangan semester ganjil telah usai
besok adalah hari pengambilan rapot dan wali kelas di undang untuk datang ke
sekolah untuk mengambil rapot,dibenak Munir dia mengira akan mendapat rapot
jelek seperti biasanya ,dan ibunya juga tidak berharap banyak pada nilai rapot Munir
nantinya ibu munir akan menerima berapapun nilai yang akan didapat Munir.tetapi
siapa sangka saat itu wali kelas Munir mengatakan bahwa anak yang mendapat
juara satu adalah Munir ,ibu Munir awalnya tidak percaya dengan
pernyataan itu,bagai mana bisa anak yang sudah beberepa kali tidak naik kelas
menjadi juara satu..?,itu adalah keajaiban dari Allah dan itu juga hasil dari
USAHA DAN DOA yang selama ini dilakukan Munir.kini Munir tidak hanya di pandang
sebelah mata dan keponakannya tadi yang sering meremehkan Munir menjadi kagum
dengan Munir dan keponakan yang aku katakana tadi itu adalah aku sendiri,kini
aku benar benarmenyadari bahwa aku tidak lebih baik dari Munir ,seharusnya aku
tidak mudah meremehkan Munir seharusnya juga aku tidak berfikir negatife
tentang dia