Recent Posts

Jumat, 22 Juli 2016

Diantara dua pilihan

Diantara dua pilihan
Oleh;Husniyyah Badriyyati & Adzina Maliyaturrohmatin

          Namaku Candy , tapi aku biasa di panggil Caca . Tahun ini aku duduk di kelas IX, tepatnya di kelas IX c, sampai saat ini aku belum punya pacar , mungkin karena ini teman-temanku  sering mengatakan kalau aku ini masih sangat polos. “Benarkah ?  apa Itu terlihat jelas ?”Tanyaku dalam hati .Tapi jujur saja sebenarnya aku sudah lama menyimpan sebuah nama istimewa disini,dihatiku. Nama seseorang yang slama ini membayangiku,nama seorang teman,temanku  semasa aku  SD dulu. Walau sudah bertahun tahun , tapi ingatan dan perasaan akan dirinya tak pernah hilang di makan waktu.     
          Terkadang ,aku muak dengan perasanku sendiri,perasaan ini sungguh menyiksaku,aku ingin melupakannya aku tak ma uterus tersiksa dengan perasaanku ini .  Hampir segala cara aku lakukan agar aku bisa melupakannya , cara ku tempuh untuk melupakan dirinya,  tapi apa dayaku segala usaha itu selalu berakhir dengan  kata sia-sia. Setiap aku ingin melupakannya wajahnya selalu datang menghantui,hati ini serasa menghiyanati diri ini semakin keras aku melupakannya maka semakin besar hati ini mencintainya .
 Disaat aku mulai lupa dengan dirinya tiba-tiba dia datang menghampiri dengan pesonanya namun malah disaat aku begitu membutuhkannya untuk menghapus lara dihati dia malah hilang entah kemana
          Aku takkan menyalahkannya bila dia tak menganggapku ada karena aku tau aku tak pernah menyatakan perasaan ini padanya. Karena aku meyakini satu hal suatu saat dia akan dating kepadaku dan menyatakan cintanya dihadapanku  .namun sampai saat ini dia belum juga mengatakannya, Hal inilah yang membuatku keyakinanku akan cintanya luntur .  Sangat sulit untukku  memahaminya .
Hingga suatu hari keesokan harinya saat  upacara bendera berlansung  . Tiba-tiba ,terdengar suara dari kejauhan yang sedang mendekat  “Cacaaaaaaa…” Suara itu tidak asing di telingaku.  ”Seperti suara…!!! Ritaaa??”tebakku dalam hati,ternyata benar dia adalah Rita yang tidak lain dan tidak buka teman SD ku dulu.                                 Aku terpesona dengan metamorfosanya  sekarang dia tambah tinggi dan cantik jauh lebih cantik dibandingkan dengan dia saat masih SD.”Hai Caca.. Apa kabar , kamu kemana aja sih ?. Kok dari hari Kamis gak kelihatan ?” Tanyanya dengan mimik  wajah setengah penasaran.“ Aku ? Perasan aku gak kemana-mana tuh , aku juga gak pernah absent dari hari kamis. Mungkin kitanya aja yang gak jodoh , kamu kan suka nyiksa aku, heheheheee” Gurauku kepadanya . Dia pun ikut tertawa bersamaku. ”Upacara akan dimulai pukul berapa sih, Ca?”                                                               “Dimulai pukul 07.15. Kira-kira 10 menit lagi.?”                                      ”Owhhh..”Katanya sambil mengagguk-anggukan kepala.                                       “Kenapa aku jadi teringat masa SD dulu ya?”Basa -asiku mulai keluar.    ”Eee!!!”Rita menoleh kepadaku .                                                                                   ”Emm.. Bagaimana ya, kabar mereka sekarang ? Udah lama gak ketemu pasti banyak perubahan !!Kalau menurut kamu gimana Rit?” Tanyaku padanya tanpa ada maksud tertentu .                                                                                                           ”Kalau informasi yang ku dapat terakhir ……” Rita terlihat sedang mengingat-ingat.  Dan aku hanya sabar menunggu.”Oh ya..” Suaranya mengagetkanku .                   ”Kau mengagetkanku saja!!” ”Kalau gak salah atap sekolahan sedang bocor , lalu apa lagi ya…….???” Rita mulai mengingat-ingat kembali apa yang ingin ia katakan , tapi aku segera menghentikannya” Owh, udah Rit udah cukup kok..” Walau bukan jawaban itu yang ku harapkan , tapi aku tetap menghargainya.
    
          Suasana terdiam sesaat. Akupun sedang sibuk merapikan dasi yang ada di leherku .                                                                                                                                                                                                                     Tiba-tiba Rita menepuk pundakku.“ Caaa,..” Panggilnya.                                                                                         ”Ee…..”Aku tak terlalu menggubris.                                                                                    “ Aku mau bilang sesuatu  .”                                                                                                   “ Iya , katakan  saja..” Jawabku sambil mengurusi dasiku yang kurasa masih berantakan.                                                                                                                             “ Fahri menyatakan cinta padaku “Suara Rita yang terdengar agak tegang.                  Sontak saja itu menghentikan gerakan tanganku . Suasana dalam hatiku menjadikacau balau, rasanya sesak ,berat,bagai  tertusuk seribu jarum.                   Tapi mengapa aku merasa sedih?Apa aku masih menyayangi Fahri ,orang yang selama ini coba untukku lupakan . Dan kenapa Rita harus memberitahuku semua ini . Apa dia tidak tau kalau aku pernah mencintai Fahri?. Aku hanya bisa membendung perasanku dalam hati. Lalu aku mencoba menebar senyum ceria kepada Rita, aku tidak mau dia tahu kalau aku juga menyukai Fahri. Aku takut , Rita akan merasa sedih . Aku menambahkan ekspresi kaget dan penasaran sambil mengatakan “Wah, teruss???” “ Ehhh, tapi gak aku terima kok…”katanya menjawb ,sontak aku meloncat dari barisan yang seketika menyita perhatian “Lowhhhh…..”Hanya kata-kata itu yang keluar dari mulutku . Aku tidak mau bertaanya lebih panjang, karena aku tahu itu hanya akan menghancurkan perasaanku . Sebelum Rita menjawab reaksiku tadi , peluit tanda upacara dimulai sudah di bunyikan . Kami harus diam saat upacara berlangsung .
           Setelah upacara selesai , aku mencari mencari Rita untuk melanjutkan percakapan . Aku menunggunya di pintu gerbang . Sudah hampir 5 menit aku menunggunya disini,tapi  dia tak kunjung kelihatan. Nampaknya kaki ini sudah mulai lemah untuk menopang berat badanku dan dahaga pun mulai menyerang  , lalu aku pergi sebentar untuk membeli minum di warung sebrang. Setelah aku kembali , ehh gak tahunya lapangan udah kosong . Terpaksa deh , aku pulang dengan rasa penasaran yang begitu menyiksa. Sepulang dari lapangan , aku langsung menyambar hand phone dan mengirimi Rita sebuah pesan singkat .
“ Cieee, ciee…. Ada yang berbunga bunga nih hatinya” Cibirku kepada Rita..              “ Ih, apaan sih , gak jelas  ………” Balasnya      Lalu kamipun meneruskan perbincangan tentang school.

          Hari-hari kulewati  dengan penuh kebimbangan. Aku meyakinkan pada diriku sendiri bila aku harus terus maju dan melupakan masalalu denganya .” Semangat Caca, semangat….”Suport ku dalam hati sambil mengepalkan tangan keatas. Untuk melepaskan masalahku aku sering sekali browsing tentang k-pop. Setiap hari penuh dengan k-pop . Sampai akhirnya aku malas untuk belajar,aku yakin itu akan berdampak negative pada nilai UTSku. Seminggu kemudian Raport Sisipan dibagikan , ternyata benar dugaanku selama ini. Nilaiku super duper jelek. Aku sangat menyesal , cara yang kuambil untuk menenangkan diri sudah berdampak buruk pada diriku sendiri. K-pop tidaklah salah , tapi caraku  mengkonsumsinyalah yang salah. Lalu aku mencoba untuk bangkit, memperbaiki diri . Lebih mengoptimalkan potensi belajar . Aku berharap , nilaiku dapat lebih bagus dari kemarin. “Hari ini harus lebih baik dari kemarin , dan berlaku untuk seterusnya.” Semboyan yang selalu di ucapkan kepala sekolah ,  menjadi bekal utamaku untuk menggapai kesuksesan.kupikir memang seharusnya dari dulu aku tidak menanggapi rangsangan –rangsangan cinta dalam diriku ,seharusnya aku lebih bijak dalam memilih keputusan memang benar kata ibuku dulu jangan jatuh cinta dulu .hem…kalau begitu mulai hari ini aku akan focus kepada sekolah cinta no… 

0 komentar:

Posting Komentar