Diantara
dua pilihan
Oleh;Husniyyah Badriyyati & Adzina
Maliyaturrohmatin
Namaku Candy , tapi aku biasa di panggil Caca
. Tahun ini aku duduk di kelas IX, tepatnya di kelas IX c, sampai saat ini aku
belum punya pacar , mungkin karena ini teman-temanku sering mengatakan kalau aku ini masih sangat
polos. “Benarkah ? apa Itu terlihat
jelas ?”Tanyaku dalam hati .Tapi jujur saja sebenarnya aku sudah lama menyimpan
sebuah nama istimewa disini,dihatiku. Nama seseorang yang slama ini membayangiku,nama
seorang teman,temanku semasa aku SD dulu. Walau sudah bertahun tahun , tapi
ingatan dan perasaan akan dirinya tak pernah hilang di makan waktu.
Terkadang ,aku muak dengan perasanku sendiri,perasaan
ini sungguh menyiksaku,aku ingin melupakannya aku tak ma uterus tersiksa dengan
perasaanku ini . Hampir segala cara aku
lakukan agar aku bisa melupakannya , cara ku tempuh untuk melupakan dirinya, tapi apa dayaku segala usaha itu selalu berakhir
dengan kata sia-sia. Setiap aku ingin melupakannya
wajahnya selalu datang menghantui,hati ini serasa menghiyanati diri ini semakin
keras aku melupakannya maka semakin besar hati ini mencintainya .
Disaat aku mulai lupa dengan dirinya tiba-tiba
dia datang menghampiri dengan pesonanya namun malah disaat aku begitu
membutuhkannya untuk menghapus lara dihati dia malah hilang entah kemana
Aku takkan menyalahkannya bila dia tak
menganggapku ada karena aku tau aku tak pernah menyatakan perasaan ini padanya.
Karena aku meyakini satu hal suatu saat dia akan dating kepadaku dan menyatakan
cintanya dihadapanku .namun sampai saat
ini dia belum juga mengatakannya, Hal inilah yang membuatku keyakinanku akan
cintanya luntur . Sangat sulit untukku memahaminya .
Hingga suatu
hari keesokan harinya saat upacara bendera
berlansung . Tiba-tiba ,terdengar suara
dari kejauhan yang sedang mendekat “Cacaaaaaaa…” Suara itu tidak asing di
telingaku. ”Seperti suara…!!! Ritaaa??”tebakku
dalam hati,ternyata benar dia adalah Rita yang tidak lain dan tidak buka teman
SD ku dulu.
Aku terpesona dengan metamorfosanya sekarang dia tambah tinggi dan cantik jauh
lebih cantik dibandingkan dengan dia saat masih SD.”Hai Caca.. Apa kabar , kamu
kemana aja sih ?. Kok dari hari Kamis gak kelihatan ?” Tanyanya dengan mimik wajah setengah penasaran.“ Aku ? Perasan aku
gak kemana-mana tuh , aku juga gak pernah absent dari hari kamis. Mungkin
kitanya aja yang gak jodoh , kamu kan suka nyiksa aku, heheheheee” Gurauku
kepadanya . Dia pun ikut tertawa bersamaku. ”Upacara akan dimulai pukul berapa
sih, Ca?”
“Dimulai pukul 07.15. Kira-kira
10 menit lagi.?” ”Owhhh..”Katanya
sambil mengagguk-anggukan kepala. “Kenapa
aku jadi teringat masa SD dulu ya?”Basa -asiku mulai keluar. ”Eee!!!”Rita menoleh kepadaku .
”Emm.. Bagaimana ya, kabar mereka sekarang ? Udah lama gak ketemu pasti
banyak perubahan !!Kalau menurut kamu gimana Rit?” Tanyaku padanya tanpa ada
maksud tertentu .
”Kalau informasi yang ku dapat terakhir ……” Rita terlihat sedang
mengingat-ingat. Dan aku hanya sabar
menunggu.”Oh ya..” Suaranya mengagetkanku . ”Kau mengagetkanku saja!!” ”Kalau
gak salah atap sekolahan sedang bocor , lalu apa lagi ya…….???” Rita mulai
mengingat-ingat kembali apa yang ingin ia katakan , tapi aku segera
menghentikannya” Owh, udah Rit udah cukup kok..” Walau bukan jawaban itu yang
ku harapkan , tapi aku tetap menghargainya.
Suasana
terdiam sesaat. Akupun sedang sibuk merapikan dasi yang ada di leherku . Tiba-tiba Rita menepuk pundakku.“ Caaa,..” Panggilnya.
”Ee…..”Aku tak terlalu menggubris. “ Aku mau bilang sesuatu .” “
Iya , katakan saja..” Jawabku sambil
mengurusi dasiku yang kurasa masih berantakan.
“ Fahri menyatakan cinta padaku “Suara
Rita yang terdengar agak tegang. Sontak saja itu menghentikan
gerakan tanganku . Suasana dalam hatiku menjadikacau balau, rasanya sesak ,berat,bagai tertusuk seribu jarum. Tapi mengapa aku merasa
sedih?Apa aku masih menyayangi Fahri ,orang yang selama ini coba untukku
lupakan . Dan kenapa Rita harus memberitahuku semua ini . Apa dia tidak tau
kalau aku pernah mencintai Fahri?. Aku hanya bisa membendung perasanku dalam
hati. Lalu aku mencoba menebar senyum ceria kepada Rita, aku tidak mau dia tahu
kalau aku juga menyukai Fahri. Aku takut , Rita akan merasa sedih . Aku
menambahkan ekspresi kaget dan penasaran sambil mengatakan “Wah, teruss???” “ Ehhh,
tapi gak aku terima kok…”katanya menjawb ,sontak aku meloncat dari barisan yang
seketika menyita perhatian “Lowhhhh…..”Hanya kata-kata itu yang keluar dari
mulutku . Aku tidak mau bertaanya lebih panjang, karena aku tahu itu hanya akan
menghancurkan perasaanku . Sebelum Rita menjawab reaksiku tadi , peluit tanda
upacara dimulai sudah di bunyikan . Kami harus diam saat upacara berlangsung .
Setelah upacara selesai , aku mencari
mencari Rita untuk melanjutkan percakapan . Aku menunggunya di pintu gerbang . Sudah
hampir 5 menit aku menunggunya disini,tapi
dia tak kunjung kelihatan. Nampaknya kaki ini sudah mulai lemah untuk
menopang berat badanku dan dahaga pun mulai menyerang , lalu aku pergi sebentar untuk membeli minum
di warung sebrang. Setelah aku kembali , ehh gak tahunya lapangan udah kosong .
Terpaksa deh , aku pulang dengan rasa penasaran yang begitu menyiksa. Sepulang
dari lapangan , aku langsung menyambar hand phone dan mengirimi Rita sebuah
pesan singkat .
“
Cieee, ciee…. Ada yang berbunga bunga nih hatinya” Cibirku kepada Rita.. “ Ih, apaan sih , gak jelas ………” Balasnya Lalu kamipun meneruskan perbincangan
tentang school.
Hari-hari kulewati dengan penuh kebimbangan. Aku meyakinkan pada
diriku sendiri bila aku harus terus maju dan melupakan masalalu denganya .”
Semangat Caca, semangat….”Suport ku dalam hati sambil mengepalkan tangan
keatas. Untuk melepaskan masalahku aku sering sekali browsing tentang k-pop.
Setiap hari penuh dengan k-pop . Sampai akhirnya aku malas untuk belajar,aku
yakin itu akan berdampak negative pada nilai UTSku. Seminggu kemudian Raport
Sisipan dibagikan , ternyata benar dugaanku selama ini. Nilaiku super duper
jelek. Aku sangat menyesal , cara yang kuambil untuk menenangkan diri sudah
berdampak buruk pada diriku sendiri. K-pop tidaklah salah , tapi caraku mengkonsumsinyalah yang salah. Lalu aku
mencoba untuk bangkit, memperbaiki diri . Lebih mengoptimalkan potensi belajar
. Aku berharap , nilaiku dapat lebih bagus dari kemarin. “Hari ini harus lebih
baik dari kemarin , dan berlaku untuk seterusnya.” Semboyan yang selalu di
ucapkan kepala sekolah , menjadi bekal
utamaku untuk menggapai kesuksesan.kupikir memang seharusnya dari dulu aku
tidak menanggapi rangsangan –rangsangan cinta dalam diriku ,seharusnya aku
lebih bijak dalam memilih keputusan memang benar kata ibuku dulu jangan jatuh
cinta dulu .hem…kalau begitu mulai hari ini aku akan focus kepada sekolah cinta
no…






0 komentar:
Posting Komentar