MIMPI BURUK ATAU INDAH
By:Husniyyah Badriyyati
Hari ini suatu kejadian telah
berhasil menggugah hatiku yang selama ini telah lama tidur,aku tak menyangka
kata2 itu datang dari dia ,padahal tak begitu dekat aku dengan nya,bagaimana
mungkin karena mimpinya yang iya sampaikan dengan gaya nya yang tidak serius
membuatku jadi seperti ini ,seharusnya aku tidak perlu menanggapinya dengan
serius ,tapi aku tidak bisa pungkiri itu aku memang tidak bisa menanggipi
mimpinya dengan acuh
Memang tidak bisa dianggap remeh mimpinya
itu untukku,dia telah memimpikan aku mati,ya mati tak ada di dunia ini dan
meninggalkan segala hal yang aku miliki didunia ini ,sungguh setelah dia jujur
padaku dengan apa yang dia impikan tubuhku terasa kaku dan pandanganku hilang
entah kemana,yang dipikiranku adalah bayangan saat aku mati nanti aku
banyangkan di sana aku sudah tak bergerak lagi tubuhku sudah dingin dan kaku
orang tuaku menangis di sampingku begitu juga saudara2ku ,rasanya tak tega jika
aku melihat sungai kecil mengalir di pipi ibuku ,tak rela hati ini jika ibuku
harus membuang airmatanya untukku yng selama ini durhaka kepadanya aku yang tak jarang membentaknya,yang tak
jarang menyakiti hatinya ,belum siap…belum siap…belum siap teriakku dalam hati,belum
siap aku untuk mati,bukan karena aku takut mati ,bukan karena aku tak rela
meninggalkan segalanya yng akupunya didunia,tapi hanya belum siap saja huft….
Aku tak tau kalimat apa yang bisa melukiskan apa yang aku rasakan ,aku tau
kematian pasti akan datang kapan pun itu,aku tau tak sepantasnya kita takut
dalam menghadapi kematian,aku tau semua itu namun tetap saja semua kata2 itu tak dapat menghiburku masih ada perasaan mengganjal dalam hati
ini,aku pun juga tak tau sebenarnya apa yang aku rasakan ini,ingi aku
menghilang kannya dari dalam hatiku tapi apa yang mampu menghilangkannya .
Kenapa aku harus merasakan hal ini ,kenapa dia
harus bermimpi seperti itu ,apa dia ingin aku benar2 mati ,kenapa dia harus
menceritakan mimpi konyolnya itu ,semua ini salahnya gara-gara dia aku merasa
seperti ini aku benci dengannya ,kenapa perasaan ini belum hilang juga,sekarang
aku mulai menyalahkan orang lain atas apa yang aku alami ,kenapa hanya karena
dia bermimpi seperti itu bisa membuat
aku merasa divonis akan mati,bukankah itu hanya dia…,dia bukan siapa2 dia bukan
dokterkan?,kenapa aku begini kenapa aku harus gelisah hebat seperti
ini,mungkinkah aku takut mati?,apa yang aku takutkan ?,kenapa aku terus
bertanya?.
Hari demi Hari aku mencari jawaban
,dalam perjalanam mencari jawaban ini lah aku mulai melakukan hal2 yang belum pernah aku lakukan
,aku melakukan begitu banyak hal yang positif aku mulai menghormati orang tuaku
dan mendekat kepadanya,di saat itulah perasaan mengganjal dalam hatiku
perLahan2 mulai hilang,sampai akirnya benar2 hilang tampa bersisa ,kini aku menyadari yang aku takutkan bukanlah mati
,bukan lah kehilangan harta ,tapi yang aku takutkan adalah kelakuanku sendiri
yang tidak baik ,kurasa mimpinya adalah bentuk hidayah dari tuhan untukku agar
aku bisa menjadi orang yang lebih baik lagi,dan mimpinya itu bukanlah mimpi
buruk melain kan mimpi yang sangat indah.






0 komentar:
Posting Komentar