Recent Posts

Jumat, 18 April 2014

MIMPI BURUK ATAU INDAH "CERPEN"



MIMPI BURUK ATAU INDAH
By:Husniyyah Badriyyati
                Hari ini suatu kejadian telah berhasil menggugah hatiku yang selama ini telah lama tidur,aku tak menyangka kata2 itu datang dari dia ,padahal tak begitu dekat aku dengan nya,bagaimana mungkin karena mimpinya yang iya sampaikan dengan gaya nya yang tidak serius membuatku jadi seperti ini ,seharusnya aku tidak perlu menanggapinya dengan serius ,tapi aku tidak bisa pungkiri itu aku memang tidak bisa menanggipi mimpinya dengan acuh
       Memang tidak bisa dianggap remeh mimpinya itu untukku,dia telah memimpikan aku mati,ya mati tak ada di dunia ini dan meninggalkan segala hal yang aku miliki didunia ini ,sungguh setelah dia jujur padaku dengan apa yang dia impikan tubuhku terasa kaku dan pandanganku hilang entah kemana,yang dipikiranku adalah bayangan saat aku mati nanti aku banyangkan di sana aku sudah tak bergerak lagi tubuhku sudah dingin dan kaku orang tuaku menangis di sampingku begitu juga saudara2ku ,rasanya tak tega jika aku melihat sungai kecil mengalir di pipi ibuku ,tak rela hati ini jika ibuku harus membuang airmatanya untukku yng selama ini  durhaka kepadanya  aku yang tak jarang membentaknya,yang tak jarang menyakiti hatinya ,belum siap…belum siap…belum siap teriakku dalam hati,belum siap aku untuk mati,bukan karena aku takut mati ,bukan karena aku tak rela meninggalkan segalanya yng akupunya didunia,tapi hanya belum siap saja huft…. Aku tak tau kalimat apa yang bisa melukiskan apa yang aku rasakan ,aku tau kematian pasti akan datang kapan pun itu,aku tau tak sepantasnya kita takut dalam menghadapi kematian,aku tau semua itu namun tetap saja  semua kata2 itu tak dapat menghiburku  masih ada perasaan mengganjal dalam hati ini,aku pun juga tak tau sebenarnya apa yang aku rasakan ini,ingi aku menghilang kannya dari dalam hatiku tapi apa yang mampu menghilangkannya .
        Kenapa aku harus merasakan hal ini ,kenapa dia harus bermimpi seperti itu ,apa dia ingin aku benar2 mati ,kenapa dia harus menceritakan mimpi konyolnya itu ,semua ini salahnya gara-gara dia aku merasa seperti ini aku benci dengannya ,kenapa perasaan ini belum hilang juga,sekarang aku mulai menyalahkan orang lain atas apa yang aku alami ,kenapa hanya karena dia bermimpi seperti itu  bisa membuat aku merasa divonis akan mati,bukankah itu hanya dia…,dia bukan siapa2 dia bukan dokterkan?,kenapa aku begini kenapa aku harus gelisah hebat seperti ini,mungkinkah aku takut mati?,apa yang aku takutkan ?,kenapa aku terus bertanya?.
             Hari demi Hari aku mencari jawaban ,dalam perjalanam mencari jawaban ini lah aku mulai  melakukan hal2 yang belum pernah aku lakukan ,aku melakukan begitu banyak hal yang positif aku mulai menghormati orang tuaku dan mendekat kepadanya,di saat itulah perasaan mengganjal dalam hatiku perLahan2 mulai hilang,sampai akirnya benar2 hilang tampa bersisa  ,kini   aku menyadari yang aku takutkan bukanlah mati ,bukan lah kehilangan harta ,tapi yang aku takutkan adalah kelakuanku sendiri yang tidak baik ,kurasa mimpinya adalah bentuk hidayah dari tuhan untukku agar aku bisa menjadi orang yang lebih baik lagi,dan mimpinya itu bukanlah mimpi buruk melain kan mimpi yang sangat indah.

0 komentar:

Posting Komentar