Recent Posts

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 22 Juli 2016


MARYONO

Saat ini aku merasa bimbang ,dilemma dan hampir putus asa.Semuanya bercampur aduk.Ikah saat titik Nadirku?.Puncak dari kesanggupanku dalam menghadapi kenyataan yang akan dating padaku.Hanya ayah harapanku satu-satunya.Aku berharap  ia  kembali memberiku kesejukan sebagaimana hari-hari yang telah kami lewati  bersama.Apalagi dengan pertemuanku esok hari dengannya
                                               Aku adalah anak yang terlahir dari lingkungan keluarga yang taat beragama.Rajin beribadah sudah menjadi gaya hidup keluargaku.Mereka meyakini peran penting tuhan dalam setiap penyelesaian masalah.Namun aku justru bertanya –tanya dalam batinku”Mengapa peran penting tuhan itu belum aku rasakan dalam setiap penyelesaian masalah-masalahku?aku merasa kasih sayang tuhan tidak berlaku untukku”
                                               Malam ini suasana rumah tampak biasa saja.Tidak ada suatu yang istimewa.
Saat ini aku melihat Ayah sedang santai membolak–balikkan majalah yang baru beliau beli.Aku ayunkan kakiku dan mendekat kepadanya.Aku berharap  ia dapat menghiburku malam ini.Aku bertanya kepada ayah ku ,aku berharan ayah mempunyai jawaban dari semua masalahku.
                                               Ayah diam sejenak ,lalu ia berkata “Ayah memiliki cerita,mungkin cerita ini dapat menyenangkan hatimu.”Kata ayah memulai obrolan.
“Orang-orang memanggilnya Maryono,tipikal orang sederhana,tetapi ia bukan orang yang dikaruniai  wajah yang tampan dan juga tidak begitu pintar ,bahkan dia SD saja tidak tamat.Iamemiliki dua orang anak dan seorang istri yang sangat taat padanya.Suatu hari ,Maryono dihadapkan dengan masalah yang berat berhubungan dengan ekonominya.Saat dia temenung menghadapi himpitan itu ,terlintas di  benaknya  wajah dari gurunya .Bermaksud  mencari jalan keluar dari ,sontak Maryono mengambil sepeda tuanya dan iya kayuh tanpa lelah menuju rumah gurunya .Setelah menunggu  beberapa jam,akhirnya Maryono kembali berjumpa dengan sosok  yang sudah hamper 15 tahun tidak pernah  dia temui.Tampak  akrab  obrolan mereka .Namun begitu,Maryono masih tetap menjaga sikap sebagai tanda hormat kepada sang guru.Disela –sela obrolan itu,tanpa beban Marryono mengajukan sebuah pertanyaan kepada sang guru
“Mengapa kasih sayang Tuhan tidak pernah aku rasakan? Mungkinkah itu karena sholatku yang salah ?.Menurutku aku sudah sholat dengan tertib dan benar.Tapi tetap saja Tuhan tidak menunjukkan kasih sayangnya kepadaku?”
“Kalau secara syariat  sholatmu  sudah benar,tapi mungkin kamu belun sholat dengan benar dalam kehidupanmu “Jawab sang guru ,”Lalu bagaimana cara sholat dalam kehidupan itu?”Tanya Maryono penasaran.
“Inti sari dari sholat adalah bersujud .Bersujud artinya tunduk dan tulus; tunduk atas perintah-Nya,dan tulus menerima nasib yang diberikan Tuhan kepada mu”Jawab sang guru .Maryono termangun –mangun mendengar penjelasan dari sang guru.Sejenak Maryono ter ingat dengan hari-hari yang dia lalui ,bagi Maryono  selama ini sholat hanyalah rutinitas biasa tanpa makna.Maryono juga merasakan  setelah menjalankan rutinitas itu seakan-akan lepas dari sandera,terhindar dari ancaman cambuk neraka.Setelah  dirasa cukup mendapatkan pencerahan dan bimbingan dari gurunya ,Maryono pun bergegas pamit,dan kembali ia kayuh  sepeda tuanya sambil menikmati terpaan angin yang menyapu wajahnya
Hari demi hari ia jalani kehidupan dengan berbagai macam ujian yang datang kepadanya.Kehidupannya masih ,dan masih serba kekurangan.Bahkan suatu hari, istrinya tidak memasakkan nasi untuknya karena memang tidak ada yang bisa dimasak.Maryono teringat akan kata dari gurunya.Sejenak  ia merenung dan berbisik lirih di dalam hatinya bahwa mungkin ini kehendak Tuhan agar Maryono berpuasa .Ia pun tetap tulus menghadapi  semua itu .Ternyata ,karena puasa yang sering Maryono jalani dengan tulus itu pun membuat beberapa penyakit yang seringkali melanda Maryono telah hilang,karena rizki itu Maryono semakin iklas manjalani hidup berasama keluarganya”
Aku semakin merapatkan sandaranku  pada ayah .Setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya  aku dengarkan dengan seksama walau aku tahu ayah bukanlah sosok yang pandai bercerita ,tapi dekapan tangannya dan ketulusan yang ayah berikan kepadaku telah nenyejukkanku.Sejenak ayah pun menghentikan ceritanya karena batuk yang beliau derita yang hampir seminggu lebih ini.Sesaat kemudian  ,masih tentang Maryono,ayah melanjutkan ceritanya.
“Suatu hari Maryono mendapat kepercayaan dari tetangganya untuk memelihara seekor induk sapi dan anak sapi yang kira-kira dihargai 4 juta oleh si pemilik .Tanpa pertimbangan lagi Maryono menerima tawaran itu dengan senang hati.”Mungkin ini addalah jalan yang harus aku tempuh “gumam Maryono  lirih.
Setelah satu tahun lamanya Maryono memelihara sapi,kini si induk sapi memiliki dua anak  yang masing-masing berumur 1 dan 2 tahun.Suatu ketika si pemilik menyuruh Maryono untuk menjual salah satu anak sapi itu.Si pemilik menjanjikan setengh dari keuntungn menjual anak sapi diberikan kepada Maryono.Sesampainya di pasar ,anak sapi itu di tawar Rp 4.800.000,jika dihitung –hitung hanya mendapat untung  sebesar Rp 800 000 saja.Maryono ragu dengan tawaran itu ,Maryono takut si pemilik mendapat keuntungan yang tidak seperti yang diharapkan si pemilik karana nantinya keuntungn akan di bagi dua dengan Maryono.Sebenarnya Maryono tidak peduli dia mendapat bagian berapa,yang Maryono khawatirkan hanyalah kepuasan si pemilik sapi.
Hari itu ,kembali Maryono tuntun  anak sapi pulang tanpa hasil .Keesokan harinya Maryono  dating menghadap sang pemilik  dan mengutarakan hasil penawaran yang Maryono dapatkan  kemarin.”Pak saya kurang bisa bersilat lidah dengan pera penawar sapi ,sapi bapak hanya ditawar empat juta delapan ratus,saya takut bapak kecewa dengantawaran ini,karena itu  sapi bapak saya bawa pulang kembali ,dan kedatangan saya kemari untuk minta persetujuan bapak apakah sapi bapak dijual segitu atau ingin lebih ,jika bapak ingin lebih sebaiknya bapak menjualanya sendiri ,karena yang bapak ketahui seya tidak pandai tawar menawar”kata Maryono merendah
“Ya segitu saja Yon ,itu saja juga sudah cukup!”jawab si pemilik sapi,setelah mendapat jawaban Maryono bergegas menjual anak sapi ke penawar yang kemarin ia temui.Setelah anak sapi terjual,dengan langkah gembira Maryono susuri jalan dengan kaki yang tak beralas apapun kecuali kulitnya sendiri,dengn keadaan itu Maryono pergi ke tempat pemilik sapi untuk memberikan uang hasil penjualan sapi.
Keesokan harinya,pemilik sapi datang dan memberi sebuah amplop kepada Maryono,tanpa nafsu                                                                                                        apapun Maryono membuka amplop itu,Bagai tersembar petir Maryono kaget dengan isi amplop itu,yang sebenarnya berisi sejumlah uang yang sangat berjumlah Rp2.400.000 ,yaitu setengah dari harga jual sapi,Maryono terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya
Esok harinya Maryono bertanya dengan si pemilik sapi tentang uang bagiannya yang diberikan pemilik sapi kemarin “Pak ,uang yang bapak berikan kemarin apa tidak terlalu banyak ,kata bapak bagian saya adalah setengah dari keun tungan bukan setengah dari harga jual,apa jumlah yang bapak berikan tidak terlalu banyak pak?”Tanya Maryono gelisah                                                                                                                                              “Tidak Yon  memang segitu yang ingin aku berikan kepadamu!”Jelas si pemilik ,Maryono masih ragu untuk menggunakan uang itu ,Maryono mengira uang itu belun pantas untuk iya gunakan karena pikirnya uang itu bukan haknya,jadi Maryono hanya menyimpan usng itu di almari dan tidak pernah iya sentuh sampai setahun lamanya .
Hingga suatu hari seorang teman datang menawari Maryono sepedah montornya untuk dibeli Maryono.”Yon ….sekarang  aku  lagi butuh uang ,kau belilah motorku ini !”pinta temannya
“bagaimanaya…,kamu kan tau bagaimana keadaanku tak mungkin aku bisa membeli montormu dengan harga mahal.”jelas Maryono,
“taka pa lah kamu beli montorku ini dengn harga murah,begini saja kamu belilah montorku ini dengn harga 2 juta 4 ratus ribu,itu sudah harga terendah kutawarkan khusus untukmu!”tawar si teman.Seketika Maryono itu Maryono teringat uang yang telah disimpannya di almarinya selama ini,sejenak dia tertegun dan tidak terasa buliran air mata menetes di pipinya saat dia memegang uang hasil jerih payahnya yang telah lama di simpan,kini Maryono tuhan telah menunjukkan kebesaran-Nya  kepada dia bahwa uang itu memanglah hak Maryono bukan  seperti yang Maryono fikirkan selama ini,dengan uang itu Maryono membeli motor temannya
              Dua hari kemudian si pemilik sapi datang dan mengetahui bahwa Maryono sudah memiliki motor.”Yon ,motormu baru ya…?”,Tanya si pemilik sapi
“ya beginilah pak ,hanya motor sederhana”,jawab Moryono
“Begini  Yon,juallah anak sapiku yang satunya ,kamu jual berapa saja terserah kamu !”,suruh pemilik sapi.Setelah terjual Maryono datang ke rumah pemilik sapi untuk menyerahkan uang hasil penjualan.Tapi si pemilk sapi berkata,”Kenapa kamu menyerahkan uang ini kepada ku?”,kata si pemilik sapi.Maryono terkejut dan sama sekali tidak menyangka dengan apa yang baru ia dengar.Mendengar cerita ayah,aku kagum dengan ketulusan Pak Maryono.
       Masih tentang Maryono,kembali ayah melanjutkan ceritanya di malam ini.
      Bukan itu saja wujud kasih sayang Tuhan pada Maryono.Suatu hari di tempat Maryono bekerja seorang teman mengajaknya pindah bekerja di tempat lain yang lebih besar gajinya,,taspi Maryono menolak.Mengetahui percakapan Maryono dengan temannya majikan Maryono menyuruh dia ikut temannya bekerja di tempat lain yang gajinya lebih besar,akan tetapi Maryono todak mau menuruti perintah majikannya itu,dia berkata kepada majikannya”Tidak pak ,saya belerja di sini saja sampai bapak tak membutuhkan saya lagi saya tidak akan pundah ketempat lain, karena saya percaya  bekerja ditempat bapak ini merupakan perintah Tuhan yang harus saya jalani”,jawab Maryono.karena terharu dengan pekataan Maryono membuat si majikan menaikkan gaji Maryono ,kembali Maryono tertegun dengan kejadian itu ,ia merasa Tuhan begitu menyayangi diri dan keluarganya.
     Tiga hari setelah itu ,tetengga Maryono memintanya untuk merawat kambingnya.Maryono .Maryono pun dengan senang hati memenuhi permintaan tetangganya itu .ia  pun menjalankan tanggung jawabnya dengan telaten,hingga suatu hari si kambing yang telah lama bunting kini sudah melahirkan tiga anak  sekaligus.Saat itu adalah masa-masa paling sibuk ,karena anak-anak kambing butuh perhatian khusus .Dirasa anak-anak kambing sudah bisa mandiri ,maka Maryono bisa sedikit lebih rileks.Paginya Maryono terkejut ketika menyaksikan tiga anak kambing  yang dipeliharanya mati tertindih tubuh induknya .dengan keberanian dan berbekal tanggungjawab yang besar ,Maryono melaporkan kejadian pagi tadi kepada ibu pemilik kambing ,”Bu saya  minta maaf ,semua ank kambing ibu meninggal semua ,karena tertindih tubuh induknya “.Mengetahui apa yang terjadi pada kambingnya,pemilik kambingmarah marah dan memaki Maryono “kamu ini bagaimana tr kamu itu gak becus merawat kambing-kambingku,ya sudah kalau begitu aku ambil kembali kambing-kambingku”.Namun ,Maryono hanya bisa pasrah dan percaya bahwaii semua  sudah diatur oleh Tuhan ,dan Tuha selalu tahu atas apa yang terbaik bagi hambanya .Maryono berpikir ,”Mungkin aku memang kurang maksimal mengurus kambingnya itu .Tapi ya  sudahlah “,ucap Maryono dalam hati .Mengetahui apa yang terjadi pada kambingnya,nampajk jelas guratan kecewa pemilik kambing pada Maryono .Tanpa pilihan lain ,Maryono pun mengiklaskan apa yang terjadi pada dirinya .Kembali ia percaya bahwa ini semua kehendak –Nya .Keesokan harinya si pemilik datang dan member sejumlah uang kepada Maryono .Maryono kebingungan dan bertanya kepada si pemilik kambing “Bu…kenapa ibu member saya uang,bukankah ibu belum mendapat untung dari kambing ibu?”Tanya Maryono,”ya in hakmu  ,dan ini juga kewajibanku!”,jawab si pemilik kambing.sekali lagi ia buat tertegun dengan apa yang ia alami.Kembali ia berbisik “oh Tuhan,terimakasih.Maafkan aku yang telah berburuk sangka  kepadaMU  dan Engkau telah menunjukkan kasih sayang –Mu kepadaku.
   “Nah ,begitu ceritanya  ,sekarang  apakah kamu sudah menemukan jawaban dari masalah mu?,dan sudahkah kamu menemukan kasih sayang Tuhan?”,”oh satu lagi apa kesimpulanmu dengan cerita ini?”,Tanya ayah kembali .Aku hanya tersenyum.pikirku pertanyaan ayah sama saja dengn ayah apakah aku akan melakukan hal layaknya yang Maryonp lakukan .
              Begitulah ,obrolan kami malamini .Tidak terasa malam makin larut ,ayah pun menyuruhku untuk segera tidur karena esok kami harus segera betangkat menuju bandara untuk menjemput ibu yang sudah sekian tahun meninggalkan kami berdua,mengadu nasib di negri orang!
              Kuatkah aku esok ,ketika aku tahu bahwa ibu sudah tidak sendiri lagi,.Esok ibu akan menemui kami sambil mendekap anak kecil yang masih membutuhkan dekapannya .Seorang balita yang lahir dari rahimnya .Masihkah aku harus mencurigai-Nya ?”.Andai saja aku boleh memilih ,aku ingin  seperti sosok Maryono yang di ceritakan ayah,tapi entahlah…. 

TERLAMBAT

TERLAMBAT
BY:husniyyah badriyyati_8c


   Matahari telah menampakkan dirinya di ufuk timur,pertanda pagi telah dating ,kubuka mataku perlahan kulihat jam menunjukkan pukul 05.45 namun tak ku pedulikan ku kembali dalam mimpi –mimpi indah ku ,saat kubuka mataku kembali ku melihat jam sudah menunjukkan pukul 06.00 “mati aku aku terlambat masuk sekolah ….!!! “
        Kusibakkan selimutku dan begegas menuju kamar mandi “yanti cepat sedakit sudah jam setengah tujuh ….!!!”teriak ibuku dengan nada yang keras ,selesai mandi aku langsung berpakaian dengan seragam batik warna biru tua dan langsung bergegas ke garasi rumah untuk menganbil sepedah playaran kesayanganku ku kayuh sepedaku dengan sekuat tenaga,sebenarnya aku merasa ada yang janggal dalm diriku mkucoba meneliti kembali “OMG aku lupa memakai spatu…!!!”langsung kukayuh sepedahku menuju kembali keruma sesampainya aku dirumah  segera aku memakai sepatu hitam lengkap dengan kaos kakidi kakku yang saat itu masih mengenakan sandal jepit.
     Setelahitu kukayuh lagi sepedahku menuju ke sekolah yang kira kira berjarak kurang lebih 2 km ,nafasku terhengah –hengah ,kecepatanku berkurang dalam keadaan ini aku melamun “ah aku kan selalu beruntung walaupun aku berangkat siang pasti juga tak akan terlambat” pikirku,memang benar sih kebiasaanku ini sudah ada sejak aku masih di SD dan tak pernah kena hukuman walaupun aku bangun kesiangan
      Kukayuh sepedahku dengan santai sambil kutata kembali nafasku yang tidak karuan tadi ,sesempainya di sekolah aku bertanya-tanya “kenapa sepi sekali??” pagar sekolah pun juga sudah tertutup untung masih ada pagar di sebelah Utara yang masih tetep terbuka  
             Kulirik di belakang pintu kelasku “apakah sudah ada gurunya atau belum ya?”ternyata eh ternyata sudah ada gurunya ADUH…………………berarti aku harus keguru piket agar bisa di izinkan mengikuti pelajaran,memang tak mudah untuk mendapatkan izin,butuh perjuangan yang extra besar disuruh pus-up lah,sit-up lah,skot-jump lah.rasanya seluruh badanku remuk,setelah ku dapatkan surat izinnya lalu aku masuk kekelas namun tidak cukup disini saja penderitaanku masih berlanjut ,aku harus menerima omelan dari guru dan bilian sertaejekan dari teman –temanku ,badanku lemas keringat bercucuran amat sangat deras
         Tak kusangka bias sampai separah ini sungguh diluar dari ingatanku ,memang benar tak selamanya aku bias beruntung .Mulai sekarang aku akan berusaha untuk bangun pagidan setiap aku nbangun aku akan terus mengingat kejadian ini bahkan jika perlu akan ku bawa disetiap mimpiku .

AKU SUDAH KAPOK

    

Diantara dua pilihan

Diantara dua pilihan
Oleh;Husniyyah Badriyyati & Adzina Maliyaturrohmatin

          Namaku Candy , tapi aku biasa di panggil Caca . Tahun ini aku duduk di kelas IX, tepatnya di kelas IX c, sampai saat ini aku belum punya pacar , mungkin karena ini teman-temanku  sering mengatakan kalau aku ini masih sangat polos. “Benarkah ?  apa Itu terlihat jelas ?”Tanyaku dalam hati .Tapi jujur saja sebenarnya aku sudah lama menyimpan sebuah nama istimewa disini,dihatiku. Nama seseorang yang slama ini membayangiku,nama seorang teman,temanku  semasa aku  SD dulu. Walau sudah bertahun tahun , tapi ingatan dan perasaan akan dirinya tak pernah hilang di makan waktu.     
          Terkadang ,aku muak dengan perasanku sendiri,perasaan ini sungguh menyiksaku,aku ingin melupakannya aku tak ma uterus tersiksa dengan perasaanku ini .  Hampir segala cara aku lakukan agar aku bisa melupakannya , cara ku tempuh untuk melupakan dirinya,  tapi apa dayaku segala usaha itu selalu berakhir dengan  kata sia-sia. Setiap aku ingin melupakannya wajahnya selalu datang menghantui,hati ini serasa menghiyanati diri ini semakin keras aku melupakannya maka semakin besar hati ini mencintainya .
 Disaat aku mulai lupa dengan dirinya tiba-tiba dia datang menghampiri dengan pesonanya namun malah disaat aku begitu membutuhkannya untuk menghapus lara dihati dia malah hilang entah kemana
          Aku takkan menyalahkannya bila dia tak menganggapku ada karena aku tau aku tak pernah menyatakan perasaan ini padanya. Karena aku meyakini satu hal suatu saat dia akan dating kepadaku dan menyatakan cintanya dihadapanku  .namun sampai saat ini dia belum juga mengatakannya, Hal inilah yang membuatku keyakinanku akan cintanya luntur .  Sangat sulit untukku  memahaminya .
Hingga suatu hari keesokan harinya saat  upacara bendera berlansung  . Tiba-tiba ,terdengar suara dari kejauhan yang sedang mendekat  “Cacaaaaaaa…” Suara itu tidak asing di telingaku.  ”Seperti suara…!!! Ritaaa??”tebakku dalam hati,ternyata benar dia adalah Rita yang tidak lain dan tidak buka teman SD ku dulu.                                 Aku terpesona dengan metamorfosanya  sekarang dia tambah tinggi dan cantik jauh lebih cantik dibandingkan dengan dia saat masih SD.”Hai Caca.. Apa kabar , kamu kemana aja sih ?. Kok dari hari Kamis gak kelihatan ?” Tanyanya dengan mimik  wajah setengah penasaran.“ Aku ? Perasan aku gak kemana-mana tuh , aku juga gak pernah absent dari hari kamis. Mungkin kitanya aja yang gak jodoh , kamu kan suka nyiksa aku, heheheheee” Gurauku kepadanya . Dia pun ikut tertawa bersamaku. ”Upacara akan dimulai pukul berapa sih, Ca?”                                                               “Dimulai pukul 07.15. Kira-kira 10 menit lagi.?”                                      ”Owhhh..”Katanya sambil mengagguk-anggukan kepala.                                       “Kenapa aku jadi teringat masa SD dulu ya?”Basa -asiku mulai keluar.    ”Eee!!!”Rita menoleh kepadaku .                                                                                   ”Emm.. Bagaimana ya, kabar mereka sekarang ? Udah lama gak ketemu pasti banyak perubahan !!Kalau menurut kamu gimana Rit?” Tanyaku padanya tanpa ada maksud tertentu .                                                                                                           ”Kalau informasi yang ku dapat terakhir ……” Rita terlihat sedang mengingat-ingat.  Dan aku hanya sabar menunggu.”Oh ya..” Suaranya mengagetkanku .                   ”Kau mengagetkanku saja!!” ”Kalau gak salah atap sekolahan sedang bocor , lalu apa lagi ya…….???” Rita mulai mengingat-ingat kembali apa yang ingin ia katakan , tapi aku segera menghentikannya” Owh, udah Rit udah cukup kok..” Walau bukan jawaban itu yang ku harapkan , tapi aku tetap menghargainya.
    
          Suasana terdiam sesaat. Akupun sedang sibuk merapikan dasi yang ada di leherku .                                                                                                                                                                                                                     Tiba-tiba Rita menepuk pundakku.“ Caaa,..” Panggilnya.                                                                                         ”Ee…..”Aku tak terlalu menggubris.                                                                                    “ Aku mau bilang sesuatu  .”                                                                                                   “ Iya , katakan  saja..” Jawabku sambil mengurusi dasiku yang kurasa masih berantakan.                                                                                                                             “ Fahri menyatakan cinta padaku “Suara Rita yang terdengar agak tegang.                  Sontak saja itu menghentikan gerakan tanganku . Suasana dalam hatiku menjadikacau balau, rasanya sesak ,berat,bagai  tertusuk seribu jarum.                   Tapi mengapa aku merasa sedih?Apa aku masih menyayangi Fahri ,orang yang selama ini coba untukku lupakan . Dan kenapa Rita harus memberitahuku semua ini . Apa dia tidak tau kalau aku pernah mencintai Fahri?. Aku hanya bisa membendung perasanku dalam hati. Lalu aku mencoba menebar senyum ceria kepada Rita, aku tidak mau dia tahu kalau aku juga menyukai Fahri. Aku takut , Rita akan merasa sedih . Aku menambahkan ekspresi kaget dan penasaran sambil mengatakan “Wah, teruss???” “ Ehhh, tapi gak aku terima kok…”katanya menjawb ,sontak aku meloncat dari barisan yang seketika menyita perhatian “Lowhhhh…..”Hanya kata-kata itu yang keluar dari mulutku . Aku tidak mau bertaanya lebih panjang, karena aku tahu itu hanya akan menghancurkan perasaanku . Sebelum Rita menjawab reaksiku tadi , peluit tanda upacara dimulai sudah di bunyikan . Kami harus diam saat upacara berlangsung .
           Setelah upacara selesai , aku mencari mencari Rita untuk melanjutkan percakapan . Aku menunggunya di pintu gerbang . Sudah hampir 5 menit aku menunggunya disini,tapi  dia tak kunjung kelihatan. Nampaknya kaki ini sudah mulai lemah untuk menopang berat badanku dan dahaga pun mulai menyerang  , lalu aku pergi sebentar untuk membeli minum di warung sebrang. Setelah aku kembali , ehh gak tahunya lapangan udah kosong . Terpaksa deh , aku pulang dengan rasa penasaran yang begitu menyiksa. Sepulang dari lapangan , aku langsung menyambar hand phone dan mengirimi Rita sebuah pesan singkat .
“ Cieee, ciee…. Ada yang berbunga bunga nih hatinya” Cibirku kepada Rita..              “ Ih, apaan sih , gak jelas  ………” Balasnya      Lalu kamipun meneruskan perbincangan tentang school.

          Hari-hari kulewati  dengan penuh kebimbangan. Aku meyakinkan pada diriku sendiri bila aku harus terus maju dan melupakan masalalu denganya .” Semangat Caca, semangat….”Suport ku dalam hati sambil mengepalkan tangan keatas. Untuk melepaskan masalahku aku sering sekali browsing tentang k-pop. Setiap hari penuh dengan k-pop . Sampai akhirnya aku malas untuk belajar,aku yakin itu akan berdampak negative pada nilai UTSku. Seminggu kemudian Raport Sisipan dibagikan , ternyata benar dugaanku selama ini. Nilaiku super duper jelek. Aku sangat menyesal , cara yang kuambil untuk menenangkan diri sudah berdampak buruk pada diriku sendiri. K-pop tidaklah salah , tapi caraku  mengkonsumsinyalah yang salah. Lalu aku mencoba untuk bangkit, memperbaiki diri . Lebih mengoptimalkan potensi belajar . Aku berharap , nilaiku dapat lebih bagus dari kemarin. “Hari ini harus lebih baik dari kemarin , dan berlaku untuk seterusnya.” Semboyan yang selalu di ucapkan kepala sekolah ,  menjadi bekal utamaku untuk menggapai kesuksesan.kupikir memang seharusnya dari dulu aku tidak menanggapi rangsangan –rangsangan cinta dalam diriku ,seharusnya aku lebih bijak dalam memilih keputusan memang benar kata ibuku dulu jangan jatuh cinta dulu .hem…kalau begitu mulai hari ini aku akan focus kepada sekolah cinta no… 

KATRENA PUJIAN

KARNENA PUJIAN
Karna pujian aku menjadi seperti ini,aku terlalu tamak dengan setiap pujian yang dilontarkan dari mulut halus orang –orang itu, sombong  kata yang tidak asing lagi bagiku karena kata yang terdiri dari 7 huruf itulah yang mewakili sifatku,bagai mana aku bisa jadi seperti ini ?,kenapa aku tidak sadar dengan ketamakanku?,kenapa aku tidak sadar dengan perilaku burukku ?,kenapa aku tidak sadar bahwa di atas langit masih ada langit yang lebih tinggi? ,bagaimana bisa aku tergoda dengan bujukan jahat setan itu?,kenapa aku baru menyadarinya?,setelah semua milikku telah hilang!,seharusnya aku bisa menjawab semua pertanyaan itu,tapi apa ....?,aku tak tau apa jawab nya jawaban dari  setiap pertanyaan yang  kini terngiang-ngiang dalam fikiranku,yang ku tau sekarang ini hanya aku adalah orang yang kotor,orang yang rendah , orang yang menjijikkan .kini hanya sesal yang aku rasakan
Sebelum ini aku bukan siapa-siapa,hanya seorang siswa yang  hanya belajar dan belajar,suatu hari ayahku meng ikutkanku berlatih menari di salah satu sanggar terkenal di daerahku awalnya aku sangat menyukainya ,sampai 2 tahun lamanya aku berlatih menari di sanggar itu dan rasa bosan semakin lama semakin tumbuh dan membuatku memilih berhenti menari.
Berhentinya aku menari membuat aku menjadi anak yang biasa kambali,tanpa bakat dan tanpa kegiatan apa-apa kecuali sekolah ,bermain ,dan makan.hal ini berlang sung sampai aku mengikuti lomba membaca puisi dan aku menang sebagai jiara pertama di lomba itu,dari sinilah aku mendapat pujian ter besar  dan  benih kesombongan yang pertama kali yang terjadi dalam hidupku,kehidupanku terus berlanjut aku terus mengikuti berbagai lomba yang salah satunya adalah lomba pidato yang berhasil mengantarkanku menjadi the winner,kembali lagi dengan kemenangan ini semakin banya orang yang memujiku dan semakin besar saja kepalaku ini.
Selanjutnya saat aku masih di bangku SMP aku memiliki lebih banyak taman,di sini  mengenal seseorang yag memiliki bakat menyanyi yang sangat hebat dia sering sekali mendapat juara melebihi aku.walau sudah ketahuan bahwa aku kalah telak dengannya aku  tetap berfikir aku yang terbaik ,aku tidak mau mengakui kehebatannya aku masih menganggap bahwa akulah yang terbaik,aku selalu mencari-cari kekurangannya dan membndingkannya dengan kelebihan yang aku miliki,aku selalu memandang kelemahan seseorang dan kelebihanku saja ,suatu hari diadakan lomba berpidato di sekolahku ,saat itu ada seorang yang berkata padaku “mungkin kamu tidak akan menang dalam lomba ini” aku hanya diam dan berkata dalam hatiku,”lihat saja nanti yang menjadi juara pertama adalah aku ,karena aku yang lebih berpengalaman dalam  hal ini,aku pernah menjadi juara pertama di bidang ini sedang sainganku sepertinya tidak berpengalaman sama sekali”,sayangnya yang aki prediksikan ini melenceg jauh dengan kenyataan yang  terjadi,aku bukanlah seorang pemenang,karena kecewa  aku menjadi berfikiran negatif ,aku berfikir bahwa juri dari lomba itu telah di sogok dengan sejumlah uang,sungguh fikiran yang  picik. dewi penolongku .

DEWI PENOLONG DI PASAR MALAM

DEWI PENOLONG DI PASAR MALAM
     
    Dulu waktuaku masih kelas tiga SD aku pernah hilang di pasar malam. Begini ceritanya. Pada malam minggu aku diajak bokap nyokap liat pasar malam yang di selenggarakan di desa Wonorejo .

    Saat itu aku bahagia sekali, aku bias liat apapun banyak hal yang menyenangkan di sana bukan hanya permainan , namun juga banyak kuliner yang di jual di sana. Kami masuk ketempat pameran bunga . di sanalah aku baru menyadari bahwa bukan bokap gue yang dari tadi aku ikutin, ternyata orang lain .
Aduhh.. gawat ,, gimana ini. Aku cari-cari namun batang hidung mereka tidak muncul juga . aku bimbang saat itu . jantungku berdetak terlalu keras seperti pukulan gendang tanda akan perang , darahku serasa mendidih , dadaku terasa panas ,dahiku dihujani air keringat sesaat pikiranku melayang bagaimana kalau ak gak nemuin nyokap bokap gue .

      Namanya orang yang baru berpisah dengan orang tuanya dan dalam keadaan bimbang mana mungkin tidak menarik perhaian orang lain begitu juga saat aku di samperin seseorang wanita yang sebelmnya gak aku kenal . sebelum wanita itu  bertanya , aku bertanya duluan “BU….apa anda melihat ayah saya…?????????”
Ah.. aku bodoh sekali mana mungkin ibu itu mengenak ayahku . lalu ibu itu menjawab “Nggak , mengapa???? Kamu kehilangan orang tuamu ya??”  lalu ibu itu nawarin bantuan kepadaku . dia mengantarku ke tempat sekertariat (tempat penyiaran barabg hilang atau orang hilang ) aku lega, aku berterimakasih pada ibu itu . dan aku menunggu ayahku di sekertariat . dan bener ayah memang menjemputku . dan aku bisa pulang bersama sama .

        Aku sangat berterima kasih pada ibu itu . tapi aku lupa Tanya namanya siapa …????
Tapi yang penting aku nggak ngelupai jasa ibu itu . ibu itu benar benar seperti pahlawan ,
Dia bagai DEWI PENOLONG YANG ADA DI PASAR MALAM. Terimakasih dewi penolongku .