KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat SWT yang senantiasa mencurahkan rahmat dan
kasih sayang- Nya kepada kami semua. Berkat limpahan karunia- Nya, kami dapat
menyelesaikan tugas makalah FILSAFAT UMUM
dengan judul “PENGERTIAN, SEJARAH, DAN CABANG FILSAFAT”,
tepat pada waktunya. Shalawat serta salam semoga senantiasa menyertai junjungan
kita, Nabi agung Muhammad SAW.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini
jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu segala kritik dan saran konstruktif,sangat kami harapkan demi perbaikan makalah
ini.
Demikianlah
kata pengantar ini kita sampaikan. Semoga makalah ini dapat membantu dalam
proses belajar dan bermanfaat bagi kita semua.
Tulungagung, Agustus 2016
Penyusun
BAB
I PENDAHULUAN
1.1.Latar
belakang
Filasafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak di
samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, rasa penasaran dan
ketertarikan. Filsafat juga bisa berarti perjalanan menuju sesuatu yang paling
dalam, sesuatu yang biasanya tidak tersentuh oleh disiplin ilmu lain dengan
sikap skeptis yang mempertanyakan segala hal.
Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan
konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan
sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala
sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh
dengan segala hubungan
Filsafat juga tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara
kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan
melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan
mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan
argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari
proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi
falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.
Filsafat juga dapat diartikan sebagai suatu cara berpikir dan mersa
sedalam-dalamnya terhadap segala sesuatu. Filsafat juga melakukan hubungan erat
dengan penyelidikan terhadap nilai atau martabat dan tindakan manusia. Tidak
hanya itu, filsafat juga menelaah hal-hal yang menjadi objeknya dari sudut
intinya yang mutlak, mendalam tapi tidak berubah. Karena begitu luasnya kajian
filsafat, maka kami mencoba mengangkat dan mengertikan filsafat dalam bentuk
makalah
1.2.Rumusan
masalah
- Apakah
pengertian filsafat?
- Bagaimana
sejarah kelahiran dan perkembangan filsafat?
- Apa
saja cabang-cabang dalam filsafat ?
- Bagaimana
filsafat sebagai mother of science ?
1.3.Tujuan
- Untuk
mengetahui pengertian filsafat?
- Untuk
mengetahui sejarah kelahiran dan perkembangan filsafat
- Untuk
mengetahuiApa saja cabang-cabang dalam filsafat
- Untuk
mengetahuifilsafat sebagai mother of science
BAB II PEMBAHASAN
PENGERTIAN
Secara etimologis filsafat berasal
dari beberapa bahasa, yaitu bahasa inggris dan yunani. Dalam bahasa inggris,
yaitu “philosophy”, sedangkan dalam bahasa yunani “philaen” dan “sofein” atau
“sophi”. Adapula yang mengatakan bahwa filsafat berasal dari bahasa Arab, yaitu
“falsafah” yang artinya Al-hikmah. Akan tetapi, kata tersebut pada awalnya
berasal dari bahasa yunani. “philos”artinya cinta, sedangkan “sophia” artinya
kebijaksanaan. Oleh karena itu, filsafat dapat di artikan dengan cinta
kebijaksanaan yang dalam bahasa arab di istilahkan dengan Al-hikmah. Para Ahli
filsafat di sebut dengan filosof, yakni orang yang mencintai atau mencari
kebijaksanaan atau kebenaran. Filosof bukan orang yang bijaksana atau
berpengetahuan benar, melainkan orang yang sedang belajar mencari kebenaran atau
kebijaksanaan.
Menurut Sutardjo A. Wiramihardja
(2006 : 10), filsafat dapat di artikan sebagai pengetahuan tentang cara
berpikir terhadap segala sesuatu atau sarwa sekalian alam. Artinya, semua
materi pembicaraan filsafat adalah segala hal menyangkut keseluruhan yang
bersifat universal. Dengan demikian, pencarian kebenaran filosofis tak pernah
berujung dengan kepuasan, apalagi memutlakan sebuah kebenaran. Bahkan, untuk
suatu yang “sudah” dianggap benarpun masih diragukan kebenarannya. Tidak ada
kata puas apalagi final karena kebenaran akan mengikuti situasi dan kondisi dan
alam pikiran manusia.
Secara terminologis, filsafat
mempunyai arti yang bervariasi. Menurut :
·
Juhaya S. Pradja (200 : 2) mengatakan
bahwa arti yang sangat formal dari filsafat adalah suatu proses kritik atau
pemikiran terhadap kepercayaan dan sikapyang dijunjung tinggi. Suatu sikap
falsafi yang benar adalah sikap yang kritis dan mencari. Sikap itu merupakan
sikap toleran dan terbuka dalam melihat persoalan dengan berbagai sudut pandang
dan tanpa prasangka. Berfilsafat tidak hanya berarti membaca dan mengetahui
filsafat. Seseorang memerlukan kebolehan berargumentasi, memakai teknik
analisis serta mengetahui sejumlah bahan pengetahuan sehingga ia memikirkan dan
merasakan secara falsafi. Filsafat mengantarkan semua yang mempelajarinya
kedalam refleksi pemikiran yang mendalam dan penuh dengan hikmah.
·
Plato mengatakanbahwafilsafatadalahpengetahuantentangsegala
yang ada
·
Aristoteles
berpendapat
bahwa kewajiban filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan
demikian filsafat merupakan ilmu yang umum sekali.
·
Imanuel
Kant mengatakan
bahwa filsafat adalah pokok dan pangkal segala pengetahuan dan pekerjaan
Filsafat selalu mencari
jawaban-jawaban, tetapi jawaban yang di temukan tidak pernah abadi. Oleh karena
itu, filsafat tidak pernah selesai dan tidak pernah sampai akhir sebuah
masalah. Masalah-masalah filsafat tidak pernah selesai karena itulah memang
sebenarnya filsafat.
Filsafat adalah seni kritik yang
bukan semata-mata membatasi diri pada destruksi atau seakan-akan takut untuk
membawa pandangan positifnya sendiri. Franz Magnis Suseno menegaskan bahwa
kritisnya filsafat adalah kritis dalam arti bahwa filsafat tidak pernah puas
diri, tidak pernah membiarkan sesuatu sebagai sudah selesai, bahkan senang,
untuk membuka kembali perdebatan, selalu dan secara hakiki bersifat dialektis
dalm arti bahwa setiap kebenaran menjadi lebih benar dengan setiap putaran
tesis-antitesis dan antitesis nya antetesis. Filsafat bersifat krisis pula apabila
iya membangun suatu gedung teoretis, sebagaiman adi perlihatkan dengan begitu
megah oleh hegel, filosof membangun sistem terbesar yang berhasil merumuskan
sifat dialegtis yang hakiki bagi segenap filsafat sejati.
Sifat kritis filsafat di tujukan dengan
tiga pendekatan dalam filsafat, yakni pendekatan ontologis, epistemologis, dan
aksiologis. Ahli filsafat selalu berfikir kritis dengan melakukan pemeriksaan
kedua (a second look) terhadap bahan-bahan yang di sajikan oleh paham orang
awam (common sense). Memikirkan berbagai problem kehidupan menghadapi
fakta-fakta yang ada hubungannya dengan masalah yang muncul.
SEJARAH KELAHIRAN DAN PERKEMBANGAN
- Filsafat Klasik:
Contoh tokoh filosof yang ada saat jaman filsavat klasik adalah
Phytagoras,beliau adalah seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang paling dikenal melalui teoremanya.Phytagoras dikenal sebagai Bapak
Bilangan. Salah satu karya Pythagoras yang terkenal adalah teorema Pythagoras, teorema Pythagoras menyatakan bahwa
kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga
siku-siku adalah sama
dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya). Pythagoras
percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini berhubungan dengan matematika, dan merasa bahwa segalanya dapat diprediksikan dan
diukur.
- Filsafat Abad Pertengahan
Contoh
tokoh filsuf yang berjaya pada abad pertengahan adalah Thomas Aquinas atau Thomas dari Aquino,beliau adalah seorang filsuf dari Italia ,karirnya sangat
berpengaruh pada abad pertengahan .salah satu Karya
Thomas Aquinas yang sering dibicarakan adalah “Summa Theologiae”,Summa Theologiae adalah sebuah buku yang merupakan titik temu atau sintesis dari filsafat Aristoteles dan ajaran agama Kristen. ajaran-ajarannya dijadikan sebagai ajaran di Gereja
Katolik Roma oleh Paus
Leo XIII,salah satu ajarn itu
dalah anggapan bah Allah adalah
penggerak yang tidak bergerak.
- Filsafat Moderen
Contoh
tokoh filsuf yang berjaya pada abad pertengahan adalah John Locke adalah seorang filsuf dari Inggris yang
menjadi salah satu tokoh utama dari pendekatan empirisme Locke
juga dikenal sebagai filsuf negara liberal. Karya Locke tidak hanya berhubungan
dengan filsafat,
tetapi juga tentang pendidikan, ekonomi, teologi, dan medis.[3]
Karya-karya Locke yang terkenal contohnya adalah Essay Concerning Human Understandinge(sebuah esai untuk memahami Filsafat
Kontemporer
- Filsafat Kontemporer
Contoh tokoh filsuf yang berjaya
pada masa kontenporer adalah Jean Baudrillard,beliau adalah
seorang pakar teori kebudayaan, filsuf, komentator politik, sosiolog dan fotografer asal Perancis. Teorinya yang dikenal adalah mengenai
masyarakat posmodern berdasarkan asumsi utama bahwa media, simulasi, dan apa
yang ia sebut "cyberblitz"
telah mengkonstitusi bidang pengalaman baru, tahapan sejarah, dan tipe
masyarakat yang baru.
CABANG-CABANG FILSAFAT
Berdasarkan
karakteristik objeknya filsafat dibagi dua, yaitu :
1. filsafat umum/murni
a.
Metafisika, objeknya adalah hakikat tentang segala sesuatu yang ada.
b.
Epistemologi. Objeknya adalah pengetahuan/ kenyataan
c.
Logika. Merupakan studi penyusunan argumen-argumen dan penarikan kesimpulan
yang valid. Namun ada juga yang memasukkan Logika ke dalam kajian
epistimologi.
d.
Aksiologi. Objek kajiannya adalah hakikat menilai kenyataan.
2. Filsafat
Khusus/Terapan, yang lebih mengkaji pada salah satu aspek kehidupan. Seperti
misalnya filsafat hukum, filsafat pendidikan, filsafat bahasa, dan lain
sebagainya
d itulah makalah kami ,kami mempresentasikannnya hari ini
h hasilnya sungguh mengejutkan kami sebagai kelompok yang ertama kali maju untuk presentasi kami bukalah pembuka yang baik ,presentasi kami mendapat kritikan yang pahit dari dosen filsafat
y tapi tak apallah karna itulah yang disebut dengan uang belajar.dengan begitu kami menjadi semakin terpacu untuk selalu ingat iqra'(membaca)
c catatan:makalah di atas bukan makalah asli kami yang di kritik tapi sudah di revisi walau belum selesaisepenuhnya
hhehehehehehehehehe...............
(










