Recent Posts

Jumat, 18 April 2014

DOA DAN USAHA "CERPEN"



“DOA DAN USAHA”
By: Husniyyah Badriyyati
           Dia hanya seorang anak laki-laki biasa yang tinggal di rumah sederhana bersama ibu dan adik perempuannya ,dia hanya anak laki-laki yang ingin membahagiakan orang tuanya dengan ketekunan dan doa yang tulus dari hati,  namun dibalik kesederhanaanya dia memiliki kisah hidup yang amat miris namun memukau,keberhasilannya telah menginspirasikanku bagaimana seharusnya hidup itu dijalani
          Munir nama yang sederhana dan terdengar kampungan  ,justru nama itulah yang telah menyadarkanku betapa buruknya diriku ini.
       
        Munir kisahnya berawal saat dia masih tinggal serumah dengan keluarga besar nya yang terdiri dari ayah ,ibu,nenek(ibu dari ibunya),dan keluarga dari adik ibunya ,keluarga besar itu tinggal di sebuah rumah kecil di sebuah desa terpencil yang bernama Domasan ,selama kurang lebih 11 tahun Munir tinggal dan bersekolah di sana,perjalanannya untuk bersekolah tidak seperti yang umumnya kita rasakan,saat itu dia adalah anak yang ter bodoh disekolahnya sudah beberapakali dia tidak naik kelas,karena kebodohannya itu Munir sering dicibir ,dikucilkan dan diberdaya oleh teman-temannya.
    Tak seharipun Munir terhindar dari ejekan temannya  ,bahkan terkadang Munir sering diperdaya oleh temannya untuk mengakui kesalahan temannya sebagai kesalahannya,Munir tak pernah bisa melawan perintah dari temannya itu karena Munir menyadari dia hanyalah anak yang bodoh yang hanya bisa ditindas dan tidak bisa berbuat apa-apa.Mungkin  karena itu Munir sering mendapat cambukan dari gurunya,dia yang  menggung hukuman dari kesalahan yang tidak pernah dibuatnya.bahkan karena itu juga Munir takut  untuk dating ke sekolah ,dia takut akan di caci temannya dan dicambuk oleh gurunya
     
       Hal ini setiap hari dia alami hingga 11 tahun  lamanya,akirnya setelah 11 tahun Munir tinggal di desa Domasan keluarganya memutuskan untuk pindah kerumah barunya di  berada di desa Sumberjo Kulon yang  tidak jauh  dari  rumah nenek dari ayah  Munir  dan  juga tidak  jauh dari rumah saudara ayahnya.
   Awalnya Munir takut untuk bersekolah lagi dalam pikirannya di lingkungannya yang baru itu tidak lebih baik dari lingkingannya yang lama ,namun berkat dari bujukan ayah dan  ibunya Munir mau melanjutkan sekolah walaupun sebenarnya dia salah  memilih waktu mendaftar sekolah lagi karena saat dia mendaftar saat itu adalah periode akir semester 2 yang sudah dekat dengan kenaikankelas,karena tidan cukup banyaknya materi yang dia dapat dikelas 5 SD membuat dia tidak aik kelas lagi,sekarang dia mendapat teman baru lagi yang seharusnya teman barunya itu adalah adik kelasnya.walau dia masih mendapat cemooh dari teman barunya itu namun tidak separah yang dulu saat dia masih berada di desa Domasan ,di sekolahnya yang baru ini Munir memiliki teman yang benyak dianta temannya itu adalah keponakannya sendiri yang selalu mendukung dan  menyemangatinya.
            

     Kelas 5 telah dia lewati kini dia berhasil naik kelas yalau hanya gantungan dan  duduk di kelas 6,di kelas 6 tantangannya semakin besar ,banyak anak  dikelasnya yang ingin meneruskan sekolahnya di SMP favorit begitu juga Munir setiap hari dia belajar dan  berdoa,juga setiap malam sehabis magrib Munir mempunyai kegiatan rutin  mengaji bersama para keponakannya disuatu  madrasah,di madrasah  itu diajarkan mengenai membaca al-quran,namun  Munir tidak tau sedikitpun tenteng cara membaca AL-QURAN bahkan huruf  hijakiyah  saja Munir tidak mengetahuinya,namun dia tetap berusaha belajar membaca AL-QURAN hingga sedikit demi sedikit Munir bisa membaca AL-QURAN.


            Nilai Danem telah muncul saat itulah  hati Munir sangat gelisah ,semua nama keponakan Munir telah dipanggil nilai danem  semua keponakan Munir ternyata bagus dan semua keponakan  Munir telah dipastikan bisa masuk di SMP favuorite,tiba tiba namanya di panggil “Munir…danemkamu  25,50”
        Seketika tubuh Munir saat itu melemas karena tak mungkin dengan danem segitu dia bisa masuk menjadi siswa di SMP favuorite ,saat itu Munir merasa menjadi orang yang paling bodoh .namun iya tak mudah putus asa dia tetap melanjutkan sekolahnya walau bukan di SMP favuorit,kini dia telah ber sekolah di MTS 1 PULOSARI .
      Tak berselang lama ibu Munir yang sudah lama ini hamil telah melahirkan adikperempuannya yang bernama Nimah  yang biasa di panggil  Himah,tentusaja kelahiran adik nya  itu membuat beban dipundak ayah Munir semakin berat ayahnya yang bekerja hanya sebagai peternak ikan dan kambing itu harus bekerja keras membanting tulang  mencari nefkah untuk keluarganya,mencari rumput untuk kambing peliharaannya sudah menjadi kegiatan rutin bagi Munir,Munir harus rela bersahabat dengan  panas matahari dan keringat agar bisa meringnkan beban di pundak ayahnya .

               Akibat terlalu keras bekerja ayah Munir tak begitu memperdulikan kesehatannya ,tanpa dia sadari ayahnya menderita kanker prostat  yang mematikan ,jatuh sakitnya ayah  Munir ,membuat Munir dan ibunya bersedih,saudara-saudara dari ayah Munir ikut merasakan kesedihan itu hal itu membuat tangan bibi dan paman Munir ter ulur untuk membantu  biyaya pengobatan ayahnya yang sedang berbaring tak berdanya .Pukermas ,Klinik,Rumah Sakit,bahkan para normal tidak ada yang dapat mengobati penyakit yang di derita ayahnya .
        Hingga pada akhirnya ayahnya meninggal dunia  ayahnya  telah meninggalkandia bersama ibu dan adiknya yang masih balita,hal itu menjadi pukulan terkeras bagi ibu Munir  ,kini ibunya harus menjadi tulang punggung keluarga padahal ibunya hanya seorang wanita biasa yang hanya lulusan SMP mau kerja apa dijaman sekarang dengan berbekal ijasah SMP …?
          Kehidupan  Munir semakin berat saja tapi untungnya ayah Munir masih meninggalkan sebidang tanah kecil yang bisa digunakan untuk berkebun dan saudara dari ayah Munir masih mau mengulurkan tangannya untuk keluarga Munir ,berkat semua itu Munir masih bisa bersekolah.
           
       Beberapa pemikiran datang hingap di otak Munir,banyak pertanyaan yang membayanginya,pernahkan aku membahagiaakan ayahku….?,bagaimana aku bisa hidup tanpa adanya ayahku….?,mampukah  ibuku  menjadi tulang punngung keluargaku ini…?,bagai mana masadepanku nanti…?,kini aku adalah Satu-satunya laki-laki di keluarga ini.haruskah aku putus sekolah dan memilih bekerja…?.Semua pertanyaan itu melaya ng difikirannya ,terlalu keras dia berfikir sehingga membuatnya jatuh sakut ,sakitnya Munir membuat ibunya khawatir,setelah kepergian ayahnya membuat Munir  sering jatuh sakit itu membuat kehidupan yang dijalani ibunya semakin berat saja.
            Munir menyadari hal itu ,jadi Munir berusaha bangkit kembali ,dan berusaha ceria seperti dulu lagi ,dia berusaha membantu ibunya untuk mengurangi beban dipundak ibunya,segala cobaan yang telah dia hadapi membuat dia semakin tegar menghadapi cobaan

            Munir juga tetap mengaji setiap malamnya bersama keponaan-keponakannya  seperti sebelumnya,namun sekarang Munir tidak hanya membaca AL-QURAN  tapi juga belajar kitab.Di madrasah itu setiap siswanya diharapkan bisa menghafal surat Yasin sebenarnya dalam hafal menghafal Munir adalah anak yang paling sedikit bisa menghafal, tapi dia berusaha keras  untuk menghafalkan surat Yasin , karena ada seorang guru berkata kepadanya bahwa surat  Yasin bisa meringankan siksaan untuk orang yang sudah mati  karena itulah Munir berusaha keras untuk menghafalkan surat Yasin dia berharap dia bisa membantu ayahnya yang sudah mati masuk ke surga dan dapat  membahagiakan ayahnya itu .Usaha menghafalkan surat Yasin itu membuahkan hasil yang membuat  Munir bisa menjadi anak yang hafal surat Yasin terbanyak  ke Tiga di kelasnya dan mengalahkan 1 keponakannya yang sebelumnya keponakan Munir itu telah meremehkannya.

            Bisa menghafal surat Yasin tidak membuat dia cepat puas dia ingin lebih membahagiakan ibunya dengan lebih berprestasi lagi dia semakin belajar  dengan tekun .
            Sekarang ini Munir sudah menginjak kelas Sembilan SMP,diperiode banyak orang yang bertnya kepadanya ,”Nir…setelah lulus SMP kamu ingin melanjutkan kemana?”,pertanyaan itu membuat Munir bingung bisakah dia  melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi sedangkan dia tau padahal keadaan ekonominya seperti itu,terkadang terlintas difikirannya dia akan putus sekolah dan memilih bekerjal , karena pikirnya  dia  tidak  berprestasi disekolah jadi  untuk apa  dia melanjutkan sekolah.
            Tetapi ada satu kejadian  yang  membuat pikiran itu musnah dari otaknya .Kejadian itu adalah kejadian pada saat teman satu kelasnya memilih dia sebagai ketua kelas .Kabar itu membuat semangat belajarnya naik begitu juga dengan ibunya yang bangga terhadap nya ,cobalah kalian fikirkan dulunya Munir adalah laki-laki yang lemah dan mudah di tindas tapi sekarang dia malah menjadi ketua kelas yang tegas dan berwibawa bukankah itu luar biasaa….?,tentusaja jika seseorang mendapat sesuatu yang mustahil orang itu dapatkan maka pasti ada  orang lain yang meragukan nya seperti juga Munir kemampuannya menjadi ketua kelas juga diragukan oleh keponakannya yang oleh dikalahkan Munir dalam bidang menghafal surat Yasin masih ingatkan…?,tapi Munir mampu me yakinkan orang bahwa dia benarbisa menjadi ketua kelas yang baik.
           
      Semakin lama Munir semakin giat belajar ,juga tanpa disadari nilai-nilai ulangan harian &tugasnya disekolah menjadi baik ,ihal itu membuat para guru di sekolahnya memujinya dankarena pujian dari gurunya itu membuat  Munir semakin dan semakin giat belajar.
     Kini adalah periode akir semester ganjil dan diadakanlah ulangan untuk semester ganjil ,ulangn ini dihadapi Munir dengan senang hati  kali ini tak ada rasa tegang  yang menggandoli hatinya saat mengerjakan soal-soal ujian ,baginya ulangan semester kali ini lebih mudah daripada ulangan semester yang sebelumnya,setelah ulangan semester ganjil pada hari itu  usai teman –temannya  meributkan tentang  jawaban dari soal yang keluar di ulangan tadi ,namun Munir hanya tenang saja dia merasa sudah yakin dengan jawabannya tadi dan tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi mau benar atau salah  dia serahkan semua kepada yang maha kuasa karena baginya dia sudah melakukan yang terbaik,dai pulang seperti tanpa beban., dia kelihatan santai tidak kelihatan layaknya siswa yang baru menghadapi ujian.

            Ulangan semester ganjil telah usai besok adalah hari pengambilan rapot dan wali kelas di undang untuk datang ke sekolah untuk mengambil rapot,dibenak Munir dia mengira akan mendapat rapot jelek seperti biasanya ,dan  ibunya  juga  tidak berharap banyak pada nilai rapot Munir nantinya ibu munir akan menerima berapapun nilai yang akan didapat Munir.tetapi siapa sangka saat itu wali kelas Munir mengatakan bahwa anak yang mendapat juara satu  adalah  Munir ,ibu Munir awalnya tidak percaya dengan pernyataan itu,bagai mana bisa anak yang sudah beberepa kali tidak naik kelas menjadi juara satu..?,itu adalah keajaiban dari Allah dan itu juga hasil dari USAHA DAN DOA yang selama ini dilakukan Munir.kini Munir tidak hanya di pandang sebelah mata dan keponakannya tadi yang sering meremehkan Munir menjadi kagum dengan Munir dan keponakan yang aku katakana tadi itu adalah aku sendiri,kini aku benar benarmenyadari bahwa aku tidak lebih baik dari Munir ,seharusnya aku tidak mudah meremehkan Munir seharusnya juga aku tidak berfikir negatife tentang dia


0 komentar:

Posting Komentar